Ulang Tes Swab Usai Isolasi Buang-buang Uang, Pakar Asing: Itu Tidak Perlu

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:30 WIB
Ilustrasi tes swab di kabupaten Dharmasraya
Ilustrasi tes swab di kabupaten Dharmasraya

 

HARIANHALUAN.COM- Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi lebih dari 14 hari sering kebingungan untuk tes swab ulang.

Sejumlah orang ragu karena sudah tak merasakan gejala namun waktu isolasi harus diselesaikan.

Hasil dari swab ulang digunakan untuk membuktikan bahwa pasien Covid-19 telah sembuh, usai isolasi mandiri.

Menjawab keraguan masyarakat tersebut, pakar asal Amerika Serikat, Faheem Younus memberikan keterangan.

Keterangan tersebut disampaikan Faheem lewat sebuah cuitan, yang diunggah di Twitter pada Jumat, 23 Juli 2021.

Menurut Faheem, pasien Covid-19 yang sudah melakukan karantina selama 10 hari tak perlu melakukan swab ulang.

Hal itu karena setelah 10 hari virus sudah mati, dan tertinggal di hidung maupun tenggorokan.

"Kapan harus mengulang tes jika Covid (+)? Jangan ulangi tes. Setelah 10 hari virus mati tinggal di hidung/tenggorokan," ujar Faheem.

Tes ulang bisa saja menunjukkan hasil tetap positif, namun Anda tidak akan menularkan ke orang lain.

Menurut Faheem, tes berulang justru membuang-buang uang, dan menyebabkan kecemasan.

Ia meminta masyarakat untuk mengakhiri isolasi, setelah 10 hari berlalu.

"Tes mungkin tetap (+) saat Anda TIDAK menular," kata Faheem.

"Tes berulang membuang-buang uang dan menyebabkan kecemasan yang tidak perlu. Akhiri isolasi setelah 10 hari," ujarnya menambahkan.

Namun apabila seseorang bergejala berat dan memiliki komorbid, sebaiknya selalu dalam pantauan dokter.

Halaman:

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Sumber: republika.co.id

Terkini

Terpopuler

X