Kenali Long Covid-19, Tubuh Belum Fit meski Sudah Sembuh

- Senin, 26 Juli 2021 | 07:38 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Biasanya setelah dua pekan, sebagian besar pasien yang terinfeksi covid-19 bisa sembuh. Tapi ternyata ada sebagian pasien yang mengalami gejala lebih lama (long-covid-19), atau bahkan bisa berdampak pada organ tubuh secara luas.

Trisno, warga Yogyakarta, sudah selesai isolasi mandiri pada 22 Juni lalu. Namun dia bercerita, kondisinya tidak langsung kembali seperti sedia kala. Dini hari, dia sering terbangun karena merasa sesak.

“Sekitar dua minggu lalu saya merasa panas dan pegal, juga mual-mual sampai dua hari dan kondisi drop. Saya minum obat, rasanya lumayan tetapi tetap enggak bisa langsung fit rasanya. Kalau jalan masih sempoyongan. Sekarang sudah baikan. Tapi ini kan berarti saya pulihnya lebih dari sebulan," kata Trisno, seperti dikutip dari Okezone, Senin (26/7/2021).

Pasien yang sembuh lebih lama dari waktu perawatan standar, seperti Trisno, disebut sebagai long COVID. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mulai menyebut munculnya kondisi ini sekitar bulan September 2021.

Makin Berat, Makin Besar Peluang

Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta Siswanto SpP menyebut pasien disebut mengalami long COVID di Indonesia jika membutuhkan perawatan hingga empat pekan atau lebih. Biasanya ini terjadi pada pasien yang kondisinya parah. Gejala yang dirasakan tidak hanya di organ paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke organ lain.

“Mereka yang severity-nya makin berat, makin berpeluang untuk terjadinya long COVID, ataupun geriatri, punya penyakit penyerta atau dia mendapatkan terapi oksigen yang lebih advance, seperti NIV atau mechanical ventilator,” kata Siswanto.

Siswato berbicara dalam diskusi daring Long COVID dan Pemulihan Pasca COVID-19, Minggu (25/7) yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Dia menambahkan, ada tiga golongan terkait kondisi ini. Jika gejala dan tanda COVID masih ditemukan pada pasien hingga empat pekan, disebut sebagai acute COVID. Pada rentang 4-12 pekan, dinamakan sebagai ongoing symptomatic COVID. Sedangkan jika masih bergejala hingga lebih dari 12 pekan, disebut post-COVID syndrome. Dua jenis yang terakhir inilah yang disebut sebagai long COVID.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: okezonenews.com

Tags

Terkini

Saat Ini Tak Ada Lagi Karhutla di Riau

Selasa, 28 September 2021 | 02:43 WIB

3 Orang Komplotan Gendam Diringkus Polisi

Selasa, 28 September 2021 | 01:49 WIB

Benarkah Viani Limardi Dipecat PSI?

Selasa, 28 September 2021 | 01:43 WIB

Terus Diminati, Pelanggan Premium PLN Semakin Bertambah

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

3 Desa di Pariaman Terima DAK Program Sanitasi Rp1,2 M

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB
X