Hidup dalam Keterbatasan Bersama Nenek, Gadis 10 Tahun di Lubuk Basung Agam Gigih Kejar Cita-cita

- Kamis, 22 September 2022 | 17:17 WIB
Aisyah gadis 10 tahun yang hidup dalam keterbatasan bersama sang nenek di Lubuk Basung, Kabupaten Agam (Ist)
Aisyah gadis 10 tahun yang hidup dalam keterbatasan bersama sang nenek di Lubuk Basung, Kabupaten Agam (Ist)

Ditanya soal semangat belajarnya yang tinggi, Aisyah mengaku itu datang dari kemauannya sendiri. Ia berharap kelak bisa berbakti kepada sang nenek. Bahkan, ia bertekad menguasai kemampuan berbahasa asing.

“Aisyah ingin jadi guru bahasa inggris. Karena senang belajar bahasa inggris. Kalau matematika tidak begitu suka,” akunya polos.

Nila-nilai pelajaran Aisyah di sekolah memang terbilang memuaskan. Tak ada yang tak tuntas olehnya. Selain pengetahuan formal, Aisyah juga tidak meninggalkan pengetahuan keagamaan. Bahkan ia hampir menamatkan hafalan dua juz Alquran.

“Aisyah mengaji biar bisa mendoakan nenek, ayah dan ibu. Biar selalu sehat, biar bisa temani Aisyah terus,” ungkapnya sendu.

Zurhartini bercerita, meski masih sangat belia Aisyah memang menaruh rasa sayang mendalam terhadapnya. Begitupun sebaliknya. Aisyah tak ingin sedetik pun terpisah dari sang nenek, meski banyak tawaran untuk mengadopsi dirinya.

Ia mengungkapkan, Aisyah nyaris tidak pernah merasakan dekapan hangat kedua orang tuanya. Ia sudah ditinggal pergi sang ayah sedari kandungan. Ibunya pun mengadu nasib di rantau orang dan sudah bertahun-tahun tak kunjung pulang.

“Jadi sehari-hari hanya kami berdua. Saya sangat mengasihinya. Kemana pun saya pergi, Aisyah selalu saya bawa,” ujarnya sabak.

Zurhartini mengaku memiliki empat orang anak. Kesemuanya sudah mempunyai jalan hidup bersama keluarga masing-masing nun jauh di sana. Ia pun enggan menyusahkan anak-anaknya, karena taraf ekonomi mereka tak jauh berbeda.

Kendati begitu, makin hari Zurhati makin gamang. Betapa tidak, dengan usianya yang terus bertambah tenaganya pun makin menurun. Ia khawatir kalau-kalau tak mampu lagi memenuhi kebutuhan sekolah sang cucu.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Zurhartini bergantung dari mengumpulkan buah kelapa atau pinang yang jatuh. Tak jarang juga ia mengutip sayur pakis di belukar untuk dijualnya ke pasar.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Agam Media Center

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Festival Asasi 2022 Padang Panjang Berlangsung Sukses

Senin, 5 Desember 2022 | 10:03 WIB
X