Tersentuh! Bupati Agam Jamin Pendidikan Aisyah, Hafizah 10 Tahun yang Hidup dalam Keterbatasan

- Kamis, 22 September 2022 | 20:44 WIB
  Aisyah, hafizah asal Lubuk Basung Agam dan Nenek Zuhartini saat ditemui Bupati Agam, Andri Warman. (Agam Media Center)
 Aisyah, hafizah asal Lubuk Basung Agam dan Nenek Zuhartini saat ditemui Bupati Agam, Andri Warman. (Agam Media Center)

HARIAN HALUAN - Perjuangan hebat Aisyah Maharani Putri Dewi, asal Pulai Tangah, Lubuk Basung, Agam, melawan nasib ketidakberuntungan dalam mengarungi kehidupan memantik simpati banyak pihak. Termasuk menggugah rasa kemanusiaan orang nomor satu di kabupaten itu.

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM langsung mendatangi kediaman Aisyah di Pulai Tangah usai mendengar kabar sendu sang bocah. Bupati pun dengan tegas menyatakan, kini Aisyah tak sendiri lagi.

Dilansir dari Agam Media Center (AMC), Kamis 22 September 2022, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM bersama rombongan menyambangi kediaman Aisyah. Tampak jelas bupati tak mampu membendung air mata saat bertemu bocah penghafal Alquran itu. Aisyah terus dirangkul bupati, seakan tak ingin berpisah.

Baca Juga: Hidup dalam Keterbatasan Bersama Nenek, Gadis 10 Tahun di Lubuk Basung Agam Gigih Kejar Cita-cita

Tak hanya bupati, puluhan warga yang turut melihat kondisi Aisyah dan sang nenek, Zurhartini (64) juga larut dalam sendu. Mereka tampak tak mampu menyembunyikan kesedihan ketika mendengar perjuangan haru nenek dan cucu dalam mengarungi kehidupan yang sulit.

Selain melihat langsung kondisi Aisyah dan sang nenek, kehadiran bupati juga menjadi pelipur bagi keduanya. Pasalnya, bupati yang akrab disapa AWR ini bakal menjamin biaya pendidikan bagi Aisyah hingga tamat perguruan tinggi kelak.

“Saya melihat potensi yang luar biasa dari Aisyah. Baik saya jadi bupati atau tidak kelak, biaya pendidikan Aisyah akan saya tanggung hingga perguruan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Pengukuhan DPP Gebu Minang, Bupati Agam: Perekat Ranah dan Rantau

Bupati berkisah, kehidupan yang dilakoni Aisyah nyaris persis yang dialaminya semasa kecil. Namun ia insaf benar kalau kehidupan harus diperjuangkan dan tak melulu larut dalam keterbatasan.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Agam Media Center

Tags

Terkini

483 Ekor Sapi di Pariaman Sudah Divaksin PMK

Kamis, 29 September 2022 | 15:37 WIB

Pemko Pariaman Kebut Smart City dengan Gelar Bimtek

Rabu, 28 September 2022 | 20:26 WIB

Teken MoU, Pemko Pariaman Jalin PKS dengan Unand

Rabu, 28 September 2022 | 20:03 WIB

Bertambah 106, Total Nagari di Sumbar Kini Jadi 1.035

Rabu, 28 September 2022 | 06:14 WIB
X