Pelaku Usaha Pariwisata Diajak Urus Sertifikat CHSE dengan Dukungan APBD

- Kamis, 22 September 2022 | 21:02 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda berfoto bersama para peserta Sosialisasi Sertifikasi CHSE Usaha pada Desa Wisata, di HW Hotel, Kamis (22/9).  IST
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda berfoto bersama para peserta Sosialisasi Sertifikasi CHSE Usaha pada Desa Wisata, di HW Hotel, Kamis (22/9).  IST





PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pascapandemi Covid-2019, pariwisata Sumbar terus bergerak. Hingga akhir Agustus 2022, tercatat 3,9 juta wisatawan nusantara dan 5.000 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumbar. Angka ini masih jauh dari target pada 2022 sebanyak 8,2 juta wisatawan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda saat membuka Sosialisasi Sertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE usaha pada desa wisata di Hotel HW Padang, Kamis, (22/9). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari seluruh daerah di Sumbar.

Para peserta merupakan pelaku industri pariwisata, perwakilan dinas pariwisata kab/kota se-Sumbar, pengelola desa wisata dan para pelaku industri pariwisata lainnya. Narasumber dari auditor TUV Rheiland Listia dan Andika.

 
Baca Juga: Pelaku Eksploitasi Seksual Anak Diciduk Tim Klewang Polresta Padang

Dalam sambutannya, Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan tahun 2022 ini dunia pariwisata Sumbar kita mulai bergerak dan ada standar baru yang perlu disiapkan termasuk persoalan sertifikasi CHSE yang menjadi perhatian utama.

Lanjutnya, ada tiga persoalan besar dalam mengembangkan pariwisata seperti persoalan kemacetan, di mana pertumbuhan jumlah kendaraan dengan jalan tidak seimbang sehingga aksebilitas wisatawan terganggu. Adapun solusinya jalan tol ruas jalan Padang-Pekanbaru kemudian disambung tol Bangkinang-Kota Payakumbuh. Selanjutnya, Pemprov juga melakukan revitalisasi jalur kereta api.

Persoalan kedua yakni hospitality (keramahtamahan) di mana perlu perobahan mindset dari masyarakat dan stakeholder terkait.

Kadinas Pariwisata Sumbar menambahkan Persoalan ketiga kebersihan (cleanlines), masyarakat kita kurang perduli dengan kebersihan. Ke depan perlu lebih kita galakan pola hidup sehat dan bersih.

Ditambahkannya,  terobosan yang sekarang dilakukan Pemprov Sumbar untuk meningkatkan destinasi agar ekonomi pulih dengan membantu CHSE gratis.

Ia meminta pemerintah kab/kota agar ikut menfasilitasi pelaku usaha untuk mengurus CHSE karena pemerintah kab/kota yang memetik hasilnya melalui penerimaan pajak.

"Pemkab dan provinsi harus terus bersinergi dan berkolaborasi agar usaha pariwisata kita bisa disertifikasi dengan cepat. Manfaatkanlah momen ini untuk saling sinergi dan berkolabirasi," ujarnya

Tambahnya, ada 49 usaha pariwisata yang difasilitasi Dinpar Sumbar dalam mengurus sertifikat CHSE awal.

Listia selaku auditor TUV Rheinland mengatakan Skema pembiayaan sertifikat CHSE seharusnya berbayar tetapi dibantu dana APBD, untuk satu desa wisata ada 30 unit usaha untuk satu kali sertifikasi selama dua hari audit. Audit terdiri dari dari 4 dimensi yakni dimensi kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

"TUV Rheinland ditugaskan audit usaha di Sumbar. Ini perdana di Sumbar dilanjutkan 6 destinasi lagi," tuturnya.

"Surveilance atau pengechekan bagi penerima Sertifikat dilakukan pertahun dengan langsung mengunjungi tempat usahanya.

Direktur Standarisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diwakili Agus Priyono mengatakan Adapun persyaratan setiap dimensi kebersihan keselamatan dan kelestarian lingkungan memenuhi kriteria tata kelola kesiapan sumber daya manusia, dan partisipasi tamu.

"Jika pada saat surveilance ditemui tidak memenuhi persyaratan bisa saja sertifikasinya dicabut, tiga tahun selanjutnya pendaftaran ulang dengan sertifikasi 1/3 dari biaya pendaftaran awal," tegasnya. (*)

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

483 Ekor Sapi di Pariaman Sudah Divaksin PMK

Kamis, 29 September 2022 | 15:37 WIB

Pemko Pariaman Kebut Smart City dengan Gelar Bimtek

Rabu, 28 September 2022 | 20:26 WIB

Teken MoU, Pemko Pariaman Jalin PKS dengan Unand

Rabu, 28 September 2022 | 20:03 WIB
X