Unit Usaha Syariah Bank Nagari Raih Sharia Awards 2022

- Kamis, 22 September 2022 | 21:05 WIB
Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad (kedua dari kanan), bersama Pemimpin Cabang Bank Nagari Syariah Padang Heri Fitrianto (paling kiri), Chairman Infobank Media Group, Eko B Supriyanto (nomor dua dari kiri) serta Kabag Humas Bank Nagari Intan Evannita Evandry.
Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad (kedua dari kanan), bersama Pemimpin Cabang Bank Nagari Syariah Padang Heri Fitrianto (paling kiri), Chairman Infobank Media Group, Eko B Supriyanto (nomor dua dari kiri) serta Kabag Humas Bank Nagari Intan Evannita Evandry.

 
 

BALI, HARIANHALUAN.COM -- Prestasi nasional kembali diraih Bank Nagari. Kali ini, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari berhasil meraih penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 di kelompok UUS Bank kelas aset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun. Bahkan, UUS Bank Nagari menjadi yang terbaik di kelompok penghargaan tersebut dan masuk ke dalam 3 UUS yang berhasil meraih predikat Sangat Bagus.

Penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 diterima langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad, di The Stones Hotel, Legian, Bali, tempat dilaksanakannya Infobank 11th Sharia Awards 2022 sekaligus kegiatan Islamic Finance Summit 2022 pada Kamis (22/9) sore.

Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad mengatakan, UUS Bank Nagari berada di posisi terdepan di kelompok UUS Bank kelas aset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun dalam acara penghargaan tersebut.
 
Baca Juga: Pelaku Usaha Pariwisata Diajak Urus Sertifikat CHSE dengan Dukungan APBD

Ia menambahkan, UUS Bank Nagari berhasil meraih skor sebesar 94,03 persen, yang kemudian disusul oleh Bank Kaltimtara dan Bank Kalsel. UUS Bank Nagari mampu memaksimalkan kinerja bisnis dengan sangat baik dalam setahun terakhir. Skor ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 86,10 persen.

Pada tahun 2021 lalu, UUS Bank Nagari dengan aset sebesar Rp2,66 triliun, berhasil membukukan sejumlah pertumbuhan yang positif, yaitu dari sisi pembiayaan tumbuh 30,03 persen secara tahunan atau menjadi Rp2,06 triliun dari Rp1,58 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini diatas rata-rata Industri yang tercatat 11,59 persen.

Irsyad menjelaskan, kenaikan pembiayaan UUS Bank Nagari juga diikuti dengan kualitas pembiayaan yang terjaga, ditandai dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang mengalami penurunan dari 2,27 persen pada tahun 2020 menjadi 1,65 persen pada 2021. Ini membuktikan, Bank Nagari mampu mengelola kualitas pembiayaannya menjadi lebih baik.

Sementara Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra menambahkan, prestasi yang diraih oleh UUS Bank Nagari tidak lepas daripada Dana Pihak Ketiga (DPK) UUS Bank Nagari tercatat Rp2,48 triliun atau tumbuh 16,37 persen. Dengan tumbuhnya dari sisi pembiayaan dan DPK turut mendorong perolehan Laba UUS Bank Nagari menjadi RP67,78 miliar atau tumbuh 74,18 persen.

"Kenaikan laba ini seiring dengan rasio profitabilitas Return On Asset (ROA) UUS Bank Nagari tumbuh 2,60 persen, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 1,68 persen," ujarnya.

Dengan prestasi yang didapatkan tersebut, Gusti berharap UUS Bank Nagari terus termotivasi untuk bisa berkontribusi semaksimal mungkin dalam peningkatan perekonomian, khususnya syariah, di Provinsi Sumbar.

"Prestasi ini juga tidak terlepas dari kerja keras jajaran direksi, baik Direktur Keuangan Sania Putra, Direktur Operasional Syafrizal, dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan, serta seluruh karyawan Bank Nagari," sebutnya.

Untuk diketahui, majalah Infobank bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Bank Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), menyelenggarakan Islamic Finance Summit 2022, dengan tema “Building Economic Resilience During Uncertainty by Strengthening Halal Industry: Arah Pengembangan Perbankan dan Keuangan Syariah Dalam RUU P2SK”, Kamis, (22/9) di The Stones Hotel, Legian Bali.

Sederet pembicara yang hadir dalam event tersebut antara lain Wakil Presiden RI dan Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) serta Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ma’aruf Amin, Ketua Umum PP MES sekaligus Menteri BUMN RI Erick Thohir, Direktur Eksekutif, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan Dian Ediana Rae, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Sekretaris Jenderal PP MES sekaligus Komisaris Utama Bank Muamalat Indonesia Iggi Haruman Achsien.

Sementara sesi guest panelist dihadiri oleh Hery Gunardi selaku Direktur Utama Bank Syariah Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) dan Bendahara Umum MES, Herwin Bustaman selaku Direktur Unit Usaha Syariah Permatabank, Fathan Subchi selaku Anggota Dewan Penggerak MES dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI. Sesi guest panelist dimoderatori oleh Eko B. Supriyanto selaku Chairman Infobank Media Group dan Dewan Penggerak PP MES.

Dan masih satu rangkaian dengan Islamic Finance Summit 2022, Majalah Infobank turut menyelenggarakan Infobank 11th Sharia Awards 2022. Ada 100 lembaga keuangan syariah berpredikat “Sangat Bagus” yang mendapatkan apresiasi dari Infobank.

Mereka terdiri atas bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) bank, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), perusahaan asuransi syariah, dan perusahaan penjaminan.

Infobank 11th Sharia Awards 2022 didasarkan pada rating 98 Institusi Keuangan Syariah versi Infobank 2022 yang dikeluarkan oleh Biro Riset Infobank (birI). Biro Riset Infobank (birI) melakukan penilaian kinerja terhadap tiga hal utama, yakni rasio keuangan penting, pertumbuhan, dan tata kelola perusahaan selama periode kinerja 2020 – 2021.

Penilaian GCG dan manajemen risiko melengkapi pendekatan yang selama ini dipakai Biro Riset Infobank dalam mengukur kinerja keuangan institusi keuangan syariah, yaitu pendekatan rasio keuangan penting dan pertumbuhan. Biro Riset Infobank kemudian menerapkan lima langkah besar untuk menentukan rating dengan predikatnya hingga peringkat.

Satu, menentukan formula rating yang didasarkan pada perkembangan institusi keuangan syariah dan kebijakan regulator serta pencapaian secara industri. Kedua, mengumpulkan laporan keuangan institusi keuangan syariah yang terdiri atas neraca dan rugi laba selama dua tahun beserta laporan GCG dan profil risikonya.

Ketiga, memasukkan skor GCG dan profil risiko serta mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan untuk dikaitkan dengan pembobotan. Keempat, memberikan notasi akhir untuk menentukan predikat. Dan kelima, memasukkan bank syariah, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), perusahaan asuransi syariah, serta perusahaan penjaminan syariah berdasarkan ukurannya seperti yang sudah ditentukan.

Berkaitan dengan penambahan penilaian GCG tersebut, Chairman Infobank Media Group, Eko B Supriyanto mengatakan bahwa industri keuangan syariah nasional perlu menerapkan GCG yang akuntabel dan inovasi teknologi yang progresif.

“Tidak cukup hanya melakukan pendekatan pada sisi emosional nasabah syariah semata. Lembaga keuangan yang bergerak di sektor keuangan syariah juga perlu menjaga citra excellence melalui penerapan GCG dan manajemen risiko yang baik,” ucap Eko.

Eko melanjutkan, hanya dengan begitu maka lembaga keuangan syariah dapat bertumbuh secara berkelanjutan di tengah ketatnya kompetisi pasar.

Rangkaian acara dapat terlaksana juga berkat dukungan sejumlah pihak, yakni Telkomsel, Asuransi Umum Bumida, BRI Finance, Bank Syariah Indonesia, PTPN 5, Bank Mandiri, PLN Mobile, PLN, Bank Kaltimtara, PermataBank Syariah, Bank Sulselbar, Capital Life Syariah, Askrida Syariah, BPRS Harta Insan Karimah Parahyangan, Aswata, Asuransi Ramayana, CIMB Niaga Syariah, Panfic, Sompo Insurance, Asuransi Cakrawala Proteksi, BRI, Sahabat Insurance, Asuransi Sinarmas, ACA Insurance, PNM, Bank Nagari, Bank Kalsel, Yodya Karya, Sarana Multi Infrastruktur.

Kemudian, Kliring Berjangka Indonesia, Jasa Tirta I, BNI Life, Jamsyar, Perkebunan Nusantara, Pupuk Indonesia, BTPN Syariah, Bank Syariah Artha Madani, Jasa Raharja, BPRS Botani, Bank NTB Syariah, Sarana Multigriya Finansial, BRK Syariah, dan Bank BPD DIY Syariah. (*)

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

X