Pondasi KJRB Dinilai Tepat untuk Digunakan di daerah Rawan Gempa

- Jumat, 23 September 2022 | 19:04 WIB
 (Ist)
(Ist)

HARIAN HALUAN - Pondasi Konstruksi Jaring Rusuk Beton (KJRB) yang merupakan penyempurnaan dari Pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) dinilai sangat tepat untuk digunakan di daerah rawan gempa seperti di Sumbar.

Hal itu disampaikan Direktur PT. Cipta Anugerah Indotama (PT. CAI), Hadi Wardoyo saat diskusi dengan Haluan, Kamis, 22 September 2022.

"KJRB adalah sistem pondasi dangkal yang merupakan penyempurnaan dari sistem pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL)," ucapnya.

Hadi yang membawahi perusahaan di bidang design, build & construction ini menyebut konstruksi ini dinilai paling tepat untuk konstruksi bangunan bawah (Sub Structure).

Ditemukan tahun 1976 di Surabaya oleh ir Ryantori dan ir Sutjipto.

Di design untuk gedung bertingkat tanggung (2 hingga 8 lantai), bangunan pabrik dan gudang, container yard, konstruksi jalan raya, runway, apron dan taxiway.

"KJRB adalah pilihan terbaik bagi konstruksi bangunan bawah dan infrastruktur," tuturnya.

Ia menjelaskan pada saat gempa berkekuatan besar, permukaan bumi akan bergolak seperti laut yang sedang terkena badai. Gedung yang mempergunakan KJRB akan berperilaku seperti kapal ditengah badai.

"Hal ini membuktikan bahwa pondasi ini telah teruji gempa besar dan Tsunami 9,3 SR di Aceh, 26 Desember 2004 di Aceh dan gempa 8,7 SR di Padang tahun 2009," kata dia lagi.

KJRB memanfaatkan sifat air. Saat air menguap, uap airnya akan keatas. Di dalam KJRB, uap air tidak bisa keluar karena diatas terdapat plat beton solid dengan rusuk-rusuk yang mengakibatkan kelembaban tanah pengisi di dalam KJRB terjaga stabil. Tanah bersifat ekspansif dan tidak bisa kembang susut, kemudian menjadi tanah biasa.

Halaman:

Editor: Tio Furqan

Terkini

Bertambah 106, Total Nagari di Sumbar Kini Jadi 1.035

Rabu, 28 September 2022 | 06:14 WIB
X