Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru Setelah Lolos Dari Pandemi

- Jumat, 23 September 2022 | 20:47 WIB
Airlangga Hartarto (Istimewa)
Airlangga Hartarto (Istimewa)

HARIAN HALUAN - Lolos dari pandemi, kini dunia industri menghadapi tantangan baru untuk bertahan. Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment dari INDEF Ahmad Heri Firdaus mengatakan, kenaikan harga BBM serta imbas dari konflik geopolitik dirasakan betul oleh dunia industri dan pemerintah bisa menolong mereka. 

“Pertama terkait kenaikan harga energi yang menggerek kenaikan harga transportasi. BBM naik, inflasi tinggi ,suku bunga acuan meningkat, artinya bunga kredit juga lebih tinggi, sehingga mengancam ekspansi, yang tadinya mau ekspansi jadi tertunda,” jelas Ahmad Heri saat berbincang hari ini (23/9). 

Kenaikan harga transportasi dan juga sebagian bahan baku, makin memperberat ongkos produksi. Dikhawatirkan ada penyesuaian berupa pengurangan tenaga kerja. 

Baca Juga: Menko Perekonomian Tekankan Pemda Jangan Ragu Menggunakan Keuangan Daerah Dalam Upaya Pengendalian Inflasi

“Jadi kenaikan biaya produksi bisa menyebabkan tertunda ekspansi, atau bahkan penyesuaian input produksi, dikhawatirkan mereka mengurangi tenaga kerja,” ucap Ahmad Heri. 

Namun pemerintah bisa membantu industri dengan cara memberikan stimulus maupun insentif. “Agar industri tetap berjalan, katakan diberikan fasilitasi dalam rangka industri sedang mengalami tekanan harus dibantu, katakan dalam biaya logistik, fasilitasi ekspor, ekspor kan kapal mahal, diberikan diskon tarif listrik untuk jam tertentu, apapun yang bisa berdampak langsung terhadap industri,” beber Ahmad Heri. 

Sejauh ini kata dia, pemerintah hanya memberikan bantuan pada masyarakat terdampak sebagai kompensasi atas kenaikan BBM, namun belum pada industri. 

Baca Juga: Sebelum Naikkan Harga BBM, Ekonom Minta Pemerintah Antisipasi Efek Domino pada Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kemampuan industri menjadi unsur utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi. Industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja, dan memerlukan sektor perdagangan dalam distribusi, serta mendorong peningkatan investasi.

“Oleh karena itu, G20 harus mendorong upaya peningkatan di sektor industri, perdagangan dan untuk lebih menarik investasi. Ini merupakan seruan bagi negara-negara G20 untuk bekerja sama lebih baik lagi dalam memberikan dukungan yang diperlukan guna mendorong aspek-aspek industri dan perdagangan yang mengadopsi teknologi, khususnya di negara-negara berkembang,” kata Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

Bertambah 106, Total Nagari di Sumbar Kini Jadi 1.035

Rabu, 28 September 2022 | 06:14 WIB
X