Leganya Hati Sari, Pengobatan Kanker Payudara Ditanggung BPJS Kesehatan

- Senin, 26 September 2022 | 16:10 WIB
Sari Fitri (59) berlega hati mendapat penjaminan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjalani operasi pengangkatan kanker payudara.
Sari Fitri (59) berlega hati mendapat penjaminan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjalani operasi pengangkatan kanker payudara.

HARIAN HALUAN - Datangnya penyakit tidak mengenal waktu dan tidak memandang usia. Oleh karena itu memiliki jaminan kesehatan merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh masyarakat.

Sari Fitri (59) berlega hati mendapat penjaminan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjalani operasi pengangkatan kanker payudara. Tak pernah menyangka sebelumnya, Sari harus menjalani operasi pengangkatan dan menjalani kemoterapi. Semua berawal pada bulan November 2021 lalu.

“Jujur saya tidak menyangka, waktu itu saya meraba payudara. Ada benjolan seperti jerawat, saya pencet dan hilang benjolannya. Namun di kemudian hari ada benjolan lagi di tempat yang sama, semakin lama semakin besar. Akhirnya, saya memeriksakan diri ke Klinik Cempaka. Dokter bilang kemungkinan tumor jinak, lalu menyarankan agar saya diperiksa lebih lanjut ke rumah sakit,” ungkap warga Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kota Padang ini.

Sari mengungkapkan perasaannya yang campur aduk saat itu, ada perasaan takut dan ragu untuk menerima kenyataan jika akhirnya nanti hasil pemeriksaannya tidak diharapkan. Perasaan khawatir akan biaya berobat nantinya juga menyelimuti dirinya.

“Ketika di rumah sakit, hasil pemeriksaan laboratorium dan dokter mengatakan saya mengidap kanker payudara. Kemungkinan terburuk harus dilakukan pengangkatan total sebelum terlambat. Tapi waktu itu saya meminta penundaan ke dokter karena anak saya mau menikah dan juga diri saya belum siap menerima kenyataan atas vonis dokter yang disampaikan,” ujar Sari.

Sari mengungkapkan, dirinya membutuhkan waktu cukup lama untuk mempersiapkan diri untuk memulai pengobatan kanker payudara yang dialaminya. Barulah di bulan Maret, Sari melakukan operasi pengangkatan payudara di Rumah Sakit Ropanasuri Padang. Sari menjalani rawat inap kurang lebih seminggu sampai kondisi tubuhnya membaik. Tidak sampai di situ, ia pun harus berjuang menjalani kemoterapi satu minggu sekali. Sampai saat ini sudah dua kali kemoterapi dijalaninya.

“Qodarullah, sudah digariskan sama Allah. Inilah pentingnya memiliki kartu JKN. Biaya pelayanan kesehatan tidak murah. Obat kemoterapi ini, kata dokter harganya sekitar 25 juta rupiah. Lega rasanya hati ini, biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Biaya yang sangat mahal untuk saya yang seorang pensiunan. Belum lagi biaya operasi sebelumnya. Tidak hanya ditanggung semua biayanya, pelayanan yang saya dapatkan juga sangat memuaskan. Saya dilayani dengan baik oleh dokter dan petugas rumah sakit,” terang Sari.

Sari menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada peserta JKN dan semua pihak yang terlibat dalam Program JKN. Ia menyadari iuran dari peserta JKN lainnya yang turut membantu biaya pengobatannya. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjadi peserta JKN.

“Banyak masyarakat yang mengandalkan BPJS Kesehatan untuk berobat, saya salah satunyaHarapan saya program ini tetap berlanjut dan terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Menjadi peserta JKN bukan hanya suatu kewajiban, tetapi juga untuk saling menolong sesama. Terima kasih semuanya,” kata Sari diiringi senyum.(*)

Editor: Nova Anggraini

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X