PH Nilai Penyidikan Dugaan Korupsi RSUD Pasaman Barat Lambat

- Jumat, 30 September 2022 | 19:57 WIB
Zulkifli
Zulkifli

HARIAN HALUAN – Proses penyidikan dugaan korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat direspon penasihat hukum salah satu tersangka.

Penyidik Kejari diminta tak mengabaikan hak-hak tersangka, terutama dalam mendapatkan kepastian hukum.

Baca Juga: 2 Tersangka Kembalikan Uang Suap Rp370 juta dari Kasus Dugaan Korupsi RSUD Pasaman Barat 

Pasalnya, penyidikan perkara yang menarik perhatian banyak pihak dan disebut-sebut merugikan keuangan negara hingga Rp20 miliar itu terkesan lambat, meski para tersangka sudah ditahan sejak beberapa bulan lalu.

"Pada prinsipnya kami menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Kejari Pasaman Barat," ujar Zulkifli, penasihat hukum mantan PPK, NI di Padang, Jumat (30/09/2022).
Hanya saja pihaknya meminta kejaksaan tidak membabi buta, dengan memperhatikan hak-hak para tersangka.

Baca Juga: Ada Penambahan Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi RSUD Pasaman Barat? 

"Orang hukum tahu lah. Ada Asas Contante Justitie, asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan, Asas ini menghendaki proses pemeriksaan tidak berbelit-belit dan untuk melindungi hak tersangka guna mendapat pemeriksaan dengan cepat agar segera didapatkan kepastian hukum," katanya.

Faktanya hingga saat ini penahanan kliennya dan tersangka lainnya sudah masuk kewenangan penuntut umum, dan wewenang penyidik untuk melakukan penahanan terhadap tersangka telah habis.

“Artinya ketika penuntut umum telah menggunakan kewenangannya untuk melakukan penahanan sudah dapat dikatakan berkas perkara telah lengkap dan siap untuk disidangkan. Sementara sampai saat ini sepengetahuan kami berkas perkara belum juga rampung. Ini yang kita dorong, agar prosesnya dipercepat, sehingga ada kepastian hukum untuk para tersangka," urai Zulkifli.

Baca Juga: Terlibat? Nama Mantan Bupati dan Mantan Sekda Disebut dalam Kasus Dugaan Korupsi RSUD Pasaman Barat 

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Tags

Terkini

Pengakuan Keji DDS, Pembunuh Satu Keluarga di Magelang

Selasa, 29 November 2022 | 08:36 WIB

Nelayan di Padang Pariaman Peroleh Bantuan Mesin Tempel

Selasa, 29 November 2022 | 00:14 WIB
X