Hadiyatus Tsaniah Aremanita, Anak Ustad Ponpes Tak Ingin Pulang Malah untuk Dikenang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:56 WIB
Hadiyatus Tsaniah Aremanita asal Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik yang menjadi satu korban tragedi Stadion Kanjuruan Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: MPI/Ashadi Ik
Hadiyatus Tsaniah Aremanita asal Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik yang menjadi satu korban tragedi Stadion Kanjuruan Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: MPI/Ashadi Ik

HARIAN HALUAN.COM - Salah satu korban meninggal tragedi stadion Kanjuruhan dari Aremania putri Hadiyatus Tsaniah akhirnya pulang untuk dikenang. Buah hati kebanggaan ayahnya yang dikenal sebagai ustadz atau pengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ihsan Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik.

Harus pulang untuk dikenang, Hadiyatus menjadi salah satu korban meninggal antara sporter Arema dan Persebaya yang melakukan pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hadiyatus dikenal sebagai mahasiswi Unisma yang telah selesai menempuh pendidikan studi Fakultas Agama Islam (FAI) Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Setelah menamatkan kuliahnya, Hadiyatus ternyata ogah pulang ke Gresik dan memilih untuk menetap di Malang dengan profesi sebagai pengajar di salah satu lembaga pendidikan. Hal tersebut diungkap salah satu sahabatnya semasa kuliah, Rizki Adhi.

Baca Juga: Negara Hadir Bagi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD: Setiap Keluarga Terima Santunan Rp50 juta

Dijelaskan Rizki, dirinya tidak mengetahui keikutsertaan korban sebagai sporter Aremania hingga diketahui jika Hadiyatus menjadi korban meninggal Tragedi stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur. Dikenang korban merupakan sosok yang baik hati dan sering menolong kawannya.

“Dia satu kota asal Gresik dan satu kelompok saat maba. Itu awal saya kenal korban. Korban sebagai sekretaris pada organisasi tersebut, saya sebagai wakil ketuanya,” akunya, dikutip Haraian Haluan.com dari Sindonews Senin (23/10/2022).

Saat kuliah di Malang, Rizki sempat mengingat jika Hadiyatus memang sering menyaksikan pertandingan bola terlebih saat Arema melakukan tanding. Kesenangan korban diketahui lebih suka nonton Arema di stadion dibanding melalui televisi.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Bareskrim Periksa Direktur PT LIB, Ketua PSSI Jatim, Hingga 18 Anggota Polri

“Sepertinya memang suka nonton bola klub Arema. Dia (almarhumah) suka melihat Arema saat di Malang. Setahu saya dua kali menonton Arema. Cuman informasinya sering melihat ke stadion,” tuturnya.

Rizki mengenang jika korban telah lulus kuliah sejak tahun 2020, serta alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ihsan, terlebih almarhumah kuliah dengan jurusan guru yang sangat mulia. Tentu Rizki berharap kawannya tersebut mendapatkan surga sebagai korban meninggal tragedi stadion Kanjuruhan, Malang.

Halaman:

Editor: Mufrod H

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dewan Da’wah Sumbar Gelar Pelatihan Da’i

Kamis, 1 Desember 2022 | 00:22 WIB
X