Ilmuwan Temukan Samudra Baru, Letaknya di Bawah Permukaan Planet Bumi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:34 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Selain itu, olivin, yang merupakan sekitar 70 persen dari mantel atas Bumi dan juga disebut peridot, dapat berubah menjadi berbagai bentuk tergantung pada kedalaman di mana ia ditemukan.

Ringwoodite terkenal karena mampu mengandung air dalam bentuk ion hidroksida (atom oksigen dan hidrogen yang terikat bersama) di dalam strukturnya.

"Lempengan-lempengan yang menyudukkan juga membawa sedimen laut dalam kembali ke bagian dalam Bumi. Sedimen ini dapat menampung air dan CO2 dalam jumlah besar. Tetapi sampai sekarang tidak jelas berapa banyak yang memasuki zona transisi dalam bentuk mineral hidrous dan karbonat yang lebih stabil – dan oleh karena itu juga tidak jelas apakah sejumlah besar air benar-benar disimpan di sana," jelas Prof. Frank Brenker dari Institute for Geosciences di Goethe University di Frankfurt, yang merupakan bagian dari penelitian ini.

Selanjutnya, kelompok penelitian menentukan bahwa komposisi kimia berlian yang mereka analisis hampir persis sama dengan hampir setiap fragmen batuan mantel yang ditemukan di basal di seluruh planet kita.

"Dalam penelitian ini, kami telah menunjukkan bahwa zona transisi bukanlah spons kering, tetapi menampung air dalam jumlah yang cukup besar. Ini juga membawa kita selangkah lebih dekat ke gagasan Jules Verne tentang lautan di dalam Bumi," tutup Prof. Frank Brenker.

Hydrous ringwoodite pertama kali terdeteksi dalam berlian Brasil dari zona transisi pada awal 2014 dalam penelitian yang juga diikuti Brenker.

Namun, komposisi kimia yang tepat dari batu itu tidak ditentukan karena ukurannya yang kecil.

Adanya berlian 1,5 sentimeter dari Botswana yang cukup besar menjadi konfirmasi akhir dari hasil awal dari 2014. (*)

 

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Hitekno.com

Tags

Terkini

X