Hasil Studi Tunjukkan Antibodi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Turun 50 Persen Setelah 10 Minggu

- Kamis, 29 Juli 2021 | 02:50 WIB
ilustrasi
ilustrasi

HARIANHALUAN.COM- Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar program vaksinasi untuk masyarakat bisa maksimal. Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia diantaranya yaitu AstraZeneca dan Pfizer.

Namun, salah satu studi menunjukkan tingkat antibodi Covid-19 dari vaksin AstraZeneca dan Pfizer akan berkurang mulai enam minggu pasca imunisasi lengkap. Kemudian setelah 10 minggu, antibodi terus menurun hingga lebih dari 50 persen.

Hal itu diketahui dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal media kedokteran asal Inggris, The Lancet. Para peneliti dari University College London (UCL) di Inggris mencatat bahwa jika tingkat antibodi terus menurun pada tingkat ini. Akibatnya ada kekhawatiran bahwa efek perlindungan dari vaksin mungkin mulai hilang, terutama terhadap varian baru.

Namun para peneliti belum bisa memprediksi seberapa cepat hal itu terjadi. Studi UCL Virus Watch juga menemukan bahwa tingkat antibodi secara substansial lebih tinggi setelah dua dosis vaksin Pfizer dibandingkan dua suntikan AstraZeneca.

Tingkat antibodi juga jauh lebih tinggi pada orang yang divaksinasi dibandingkan mereka yang pernah terjangkit Covid-19. "Tingkat antibodi setelah kedua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer pada awalnya sangat tinggi, sehingga berhasil memproteksi infeksi Covid-19 yang parah,” kata Madhumita Shrotri dari UCL Institute of Health Informatics.

Namun, Shroti menambahkan, tingkat antibodi ini turun secara substansial selama dua hingga tiga bulan.

Temuan ini berdasarkan data dari 600 orang responden berusia 18 tahun ke atas, tanpa memandang usia, penyakit kronis atau jenis kelamin.

Para peneliti menyoroti pula meskipun implikasi klinis dari penurunan tingkat antibodi belum jelas, vaksin tetap efektif melawan tingkat keparahan Covid-19.

Berbekal penelitian ini, mereka yang diprioritaskan menerima dosis booster, adalah yang sudah divaksinasi paling awal. "Data kami menunjukkan bahwa mereka yang divaksinasi paling awal, terutama dengan vaksin AstraZeneca, kemungkinan sekarang memiliki tingkat antibodi terendah," kata Profesor Rob Aldridge dari UCL Institute of Health Informatics.

Halaman:

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Sumber: Tempo.co

Terkini

3 Orang Komplotan Gendam Diringkus Polisi

Selasa, 28 September 2021 | 01:49 WIB

Benarkah Viani Limardi Dipecat PSI?

Selasa, 28 September 2021 | 01:43 WIB

Terus Diminati, Pelanggan Premium PLN Semakin Bertambah

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

3 Desa di Pariaman Terima DAK Program Sanitasi Rp1,2 M

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

14 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan Sebagai WBTbI

Senin, 27 September 2021 | 13:45 WIB

Limbah Medis B3 dan TPA di Sumbar Mulai Penuh

Senin, 27 September 2021 | 12:33 WIB
X