Presiden Copot Kepala Stasiun Televisi Nasional

- Kamis, 29 Juli 2021 | 09:09 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM - Kepala stasiun televisi nasional, Mohamed al-Dahach dicopot Presiden Tunisia Kais Saied. Presiden juga  menunjuk pengganti sementara, kata kantornya, setelah seruan untuk melindungi kebebasan berbicara, pada Rabu (28/7).

Baca Juga: Dihadiahi Timah Panas, Tiga Tersangka Pembunuh Supir Truk Akhirnya Tertangkap

Saied pada Minggu (25/7) menggunakan kekuatan darurat untuk merebut kendali pemerintah, memecat perdana menteri dan membekukan Parlemen dalam sebuah langkah yang disebut musuhnya sebagai kudeta.

Dia mencopot Dahach setelah insiden pada Rabu sore ketika pejabat dari sindikat jurnalis dan liga hak asasi manusia mengatakan mereka dilarang masuk ke stasiun meski telah diundang untuk tampil di sebuah acara.

Amira Mohammed, wakil kepala sindikat wartawan, mengatakan Dahach telah memberitahunya bahwa seorang komandan tentara telah memerintahkannya untuk tidak mengizinkan tamu masuk ke dalam gedung. Tentara telah mengepung stasiun televisi pada Minggu.

Baik Mohammed dan pejabat hak asasi manusia, Basem Trifi, kemudian berhasil tampil di acara itu. Seorang penasihat Saied dan seorang juru bicara militer juga diwawancarai dalam program tersebut dan keduanya menyangkal bahwa ada perintah yang diberikan untuk menghentikan para tamu masuk.

Beberapa wartawan Tunisia menyerukan di media sosial agar Dahach dipecat.

Pada Senin polisi menggerebek biro berita Al Jazeera di Tunis, mendorong Departemen Luar Negeri AS untuk mengatakan bahwa pihaknya terganggu oleh langkah tersebut dan mendesak "penghormatan yang saksama" terhadap kebebasan pers.

Pada Rabu, seorang reporter New York Times mengatakan dia telah ditahan selama dua jam di Tunis tetapi kemudian dibebaskan dan diizinkan untuk terus bekerja.

Sejak revolusi 2011 yang memperkenalkan demokrasi, Tunisia telah menikmati kebebasan pers yang jauh lebih besar daripada negara-negara tetangganya. Kantor berita negara TAP secara teratur meliput protes anti pemerintah dan pernyataan kritis terhadap pihak berwenang. (*)

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Antaranews.com

Terkini

3 Orang Komplotan Gendam Diringkus Polisi

Selasa, 28 September 2021 | 01:49 WIB

Benarkah Viani Limardi Dipecat PSI?

Selasa, 28 September 2021 | 01:43 WIB

Terus Diminati, Pelanggan Premium PLN Semakin Bertambah

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

3 Desa di Pariaman Terima DAK Program Sanitasi Rp1,2 M

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

14 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan Sebagai WBTbI

Senin, 27 September 2021 | 13:45 WIB

Limbah Medis B3 dan TPA di Sumbar Mulai Penuh

Senin, 27 September 2021 | 12:33 WIB
X