Dinamika Politik Masih Sangat longgar, KIB Disarankan Majukan Capres dari hasil Konvensi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:44 WIB
Airlangga Hartarto (Istimewa)
Airlangga Hartarto (Istimewa)

HARIAN HALUAN- Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengatakan, dinamika politik dalam tubuh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih sangat longgar dan dinamis. Namun kedepan kata dia KIB bisa melakukan konvensi atau mencalonkan sosok dari kalangan sendiri. 

“Kenapa KIB tidak adakan konvensi mencari capres cawapres potensial ? bisa menjaring atau menentukan sosok capres yang menjadi daya tarik, ini menjadi apa yang ditawarkan KIB. Entah dari salah satu ketua partai misalnya Pak Airlangga.” kata Nyarwi saat berbincang hari ini (5/10).

Tiga parpol anggota KIB, yaitu Partai Golkar, PPP dan PAN tengah intensif melakukan pendekatan ke sejumlah partai. Wakil Ketua DPP PPP Arsul Sani mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi keberadaan PPP di koalisi dan terbaru, mengajak Demokrat bergabung ke KIB

Baca Juga: Efek Anies Capres 2024, Nasdem Menang Banyak, KIB Terancam Bubar

“Kecenderungannya, apa yang daya tarik KIB sehingga Demokrat atau partai lain mau bergabung. Kalau dilihat kan KIB kan cukup solid, cukup untuk mengusung kandidasi pasangan capres cawapres, memenuhi kriteria presidential threshold.” sebut Nyarwi.

Namun Nyarwi menegaskan, dalam berkoalisi tentu partai akan mempertimbangkan keuntungan apa yang akan mereka dapatkan dalam berkoalisi. Demikian juga menemukan kecocokan untuk sosok capres dan cawapres potensial dengan mereka. 

“Peluang koalisi KIB ini ditengah perkembangan kandidasi capres sangat dinamis, masih sangat longgar, pasti ada dinamika dalam masing-masing partai apakah akan bertahan, di KIB atau mulai memikirkan koalisi yang sudah ada. “ tandas Nyarwi. (end)

Baca Juga: KIB Sudah Punya Tiket Tidak Akan Buru-buru Deklarasikan Bacapres

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam menyatakan sikap PPP yang mulai tidak solid sejak terjungkalnya Suharso dari kursi Ketua Umum.

"Itu mengindikasikan kegalauan akut di internal PPP. Kegalauan itu tidak lepas dari dinamika politik internal partainya, yang melibatkan tarik ulur kepentingan, baik kepentingan yang berasal dari internal maupun eksternal partai," terangnya.

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

Surat Cinta Untuk Anies dan Partai NasDem

Minggu, 27 November 2022 | 14:33 WIB
X