Brigjen Hendra Kurniawan DIdakwa Pasal UU ITE dalam Kasus Brigadir J

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 10:46 WIB
Terdakwa Hendra Kurniawan (kiri) (Foto: Istimewa)
Terdakwa Hendra Kurniawan (kiri) (Foto: Istimewa)

Jakarta, HarianHaluan.com - Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa mantan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebagai informasi, Brigjen Pol Hendra Kurniawan merupakan satu dari tujuh tersangka dalam pidana penghalangan keadilan "obstruction of justice" dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.

Dikutip dari pemberitaan Antara, dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU secara bergantian, Hendra berperan dalam pergantian DVR kamera pemantau (CCTV) yang merekam semua kejadian di sekitar kompleks tempat tinggal Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan.

Baca Juga: Begini Awal Mula Brigjen Hendra Kurniawan Masuk Perangkap Ferdy Sambo

Hendra juga mengetahui jika salah satu CCTV menampilkan tayangan Brigadir J yang masih hidup setelah Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya. Diketahui, tayangan CCTV itu berbeda dari skenario awal Ferdy Sambo yang menyebut adanya baku tembak.

Ketua Manjelis Hakim Ahmad Suhel lantas menanyakan kepada Hendra Kurniawan apakah yang bersangkutan mengerti maksud dari dakwaan JPU tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Hendra menjawab bahwa Ia mengerti dan untuk eksepsi Ia sepenuhnya menyerahkan hal itu kepada tim kuasa hukumnya.

“Saya mengerti, dan untuk eksepsi saya serahkan kepada kuasa hukum," kata Hendra di hadapan majelis hakim.

Baca Juga: Terbongkar Sudah! Kronologi Pembunuhan Versi Ferdy Sambo yang Menyeret Brigjen Hendra Kurniawan

Halaman:

Editor: Alfitra Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X