Hasil Survei Elektabilitas Golkar Turun, Pengamat: Mesin Politik Golkar Masih Belum Kerja Penuh

- Senin, 31 Oktober 2022 | 18:41 WIB
Airlangga Hartarto (Istimewa)
Airlangga Hartarto (Istimewa)

HARIANHALUAN.COM - Survei SMRC yang menyatakan dibanding hasil Pemilu 2019, dukungan kepada PDIP melompat naik dari 19,3% menjadi 24%. Sedangkan Gerindra naik dari 12,6% menjadi 13,4%. Partai Golkar menurun dari 12,3% menjadi 8,5%.

Menurut Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo menilai turunnya elektabilitas Partai Golkar disebabkan oleh mesin partai yang masih bekerja setengah hati. Faksi-faksi internal partai belum solid dalam mengusung Ketum Airlangga Hartarto sebagai capres dari partai berlambang pohon beringin itu.

"Mesin partai setengah hati dalam pencapresan Airlangga," terangnya.

Menurut Ari, struktural dan kader Golkar belum satu suara terkait pencapresan Airlangga. Soliditas menjadi persoalan utama di internal Golkar sebab banyaknya faksi.

Baca Juga: Berikut 9 Tuntutan yang Disampaikan Aliansi BEM Sumbar di Gedung DPRD

"Soliditas itu memang menjadi persoalan yang cukup fundamental dalam Golkar. Mengapa tidak solid? Jelas karena faksi-faksi Golkar banyak," tegasnya.

Soliditas di internal partai Golkar berbeda dengan PDIP yang dinilai tegak lurus pada keputusan partai. "Jadi berbeda secara diametral antara soliditas PDIP dan Golkar," ujarnya.

Selain itu, menurunnya elektabilitas Golkar juga disebabkan oleh ketokohan Airlangga yang cenderung susah naik. "Kedua, ketokohan Airlangga agak susah untuk mengangkat. Mengapa? Justru itu berangkat dari soliditas. Kalau semua mengangkat (akan naik)," tegasnya.

Baca Juga: Tuntut Presiden Copot Menteri BUMN, Aliansi BEM SI Unjuk Rasa di DPRD Sumbar

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

Penjelasan Ketua MPR Terkait Penundaan Pemilu 2024

Senin, 6 Februari 2023 | 11:14 WIB
X