HIPMI Desak Pemprov Optimal Kelola Anggaran, Brian Bastara: Biar Uang Berputar di Masyarakat

- Selasa, 8 November 2022 | 17:56 WIB
Ketua Umum BPD HIPMI Sumbar, Brian Putra Bastara (Foto/Tio Furqan)
Ketua Umum BPD HIPMI Sumbar, Brian Putra Bastara (Foto/Tio Furqan)

 

HALUAN, JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, Brian Putra Bastara menyoroti langkah lamban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam mengelola keuangan daerah. Untuk tahun anggaran ini saja, ada potensi setengah triliun anggaran gagal dipakai untuk pembangunan.

Gerak lambat Pemprov Sumbar tersebut tidak hanya membuat pembangunan mandek, tapi juga berdampak besar pada perekonomian. Realisasi APBD 2022 terlambat, uang mengendap di kas daerah, tak berputar di tengah masyarakat.

“Potensi sisa anggaran (Silpa) yang gagal dipergunakan Pemprov Sumbar dalam membangun daerah kini masuk tahap mengkhawatirkan. Hampir setengah triliun anggaran daerah tidak terserap. Ini buruk bagi perekonomian,” terang Brian, Selasa (8/10/2022) sore.

Kalau saja Pemprov optimal, anggaran yang ratusan miliar tersebut bisa dipergunakan untuk banyak program yang berpihak pada kemaslahatan orang banyak. “Anggaran dikucurkan, proyek jalan, otomatis uang berputar di tengah masyarakat. Dinikmati secara bersama. Ekonomi juga menggeliat,” ungkap Brian.

Baca Juga: Catatan Bhenz Maharajo: Ketika Anies Baswedan Menaruh Harapan pada Brian Putra Bastara

Secara sederhana disampaikan Brian, kalau program pemerintah berjalan, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang saat ini dibayangi sulitnya perekonomian. Sebagai Ketua Umum HIPMI Brian merasa punya kewajiban untuk mendorong pemerintah agar terus menjalankan program yang berpihak pada perekonomian masyarakat luas.

“Rantai ekonomi berputar, proyek berjalan, orang berbelanja, lapangan kerja terbuka. Bukankah target pembangunan demikian, melibatkan masyarakat dan berdampak pada perekonomian. Sebagai Ketum HIPMI, tentu saya punya kewajiban untuk mengawal program pemerintah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar jebolan magister ekonomi itu.

Brian mendesak Pemprov Sumbar segera mencari jalan keluar agar uang yang ada tidak jadi silpa dan mengendap di kas daerah. “Tidak saatnya lagi berleha-leha, Pemprov meski berpikir taktis agar waktu yang singkat jelang akhir tahun benar-benar bisa dimanfaatkan dan program berjalan,” paparnya.

Memang, saat ini Sumbar dibayang-bayangi sisa anggaran (silpa) dalam jumlah besar, hampir setengah triliun karena realisasi APBD perubahan 2022 sangat terlambat. Hanya tersisa 1,5 bulan untuk pelaksanaan seluruh program. Ini dianggap sebagai kejadian luar biasa (KLB) anggaran oleh fraksi DPRD Sumbar karena hampir tak pernah terjadi sebelumnya.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Soal Cawapres 2024, AHY Pasrah: Itu Haknya Mas Anies

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:17 WIB

Hasto Bongkar Deal-dealan PBB Merapat ke PDIP

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:00 WIB
X