Tentang Suherman, Nasdem dan Pengabdian yang Tidak Pernah Padam

- Sabtu, 19 November 2022 | 07:00 WIB

 

Ini kisah tentang seseorang yang tak mengenal patah semangat dalam berproses menuju pengabdian seutuhnya. Kisah lelaki yang tetap berdiri tegak walau dilamun ombak dan badai besar kehidupan. Ini kisah Suherman, anak Minangkabau yang terus menjaga mimpinya agar terus menyala sepanjang waktu. Kini, dengan riang gembira, dia menapaki jalan restorasi.

JAKARTA, HALUAN - Ya, Suherman. Lelaki kelahiran 3 Januari 1978 ini bertemu dengan penulis di Senayan City, Jakarta, akhir pekan lalu. Nama Suherman terngiang di telinga. Disebut banyak orang. Wajahnya akrab diingatan. Beberapa tahun belakangan, dia memang wara-wiri di media. Baliho dan posternya juga berderet di jalan-jalan utama Sumatera Barat, bahkan hingga ke pelosok negeri. Pun demikian, ini pertemuan tatap muka perdana yang diinisiatori tokoh politik kawakan Tanah Datar, Ramdalel.

“Bung, ini Suherman,” ujar Ramdalel memperkenalkan kami berdua. Berdiri dari duduknya, Suherman mengulurkan tangan untuk bersalaman. Jabat tangannya erat. Dia tersenyum lebar, mempersilakan duduk dan bergegas mengimbau pelayan restoran, lalu menyodorkan menu. Cara Suherman memulai perjumpaan begitu hangat. Kami sama-sama memesan minuman, pertanda pertemuan akan berlangsung lama.

Setelah basa-basi layaknya orang baru pertama bersua, Suherman memperkenalkan dirinya secara utuh. Dia lahir di perantauan, tepatnya di Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun, Suherman menghabiskan masa kecil hingga tamat sarjana di Sumbar. “Saya orang kampung,” ujarnya berseloroh.

Benar. Suherman memulai mimpinya dari kampung, persisnya di Jorong Silabuak, Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Masa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dia habiskan di Limo Kaum. Suherman melanjutkan jenjang pendidikan di STM Karya, Padang Panjang. Tamat STM, berlanjut ke Institut Teknologi Padang (ITP), dan mengambil jurusan Teknik Sipil.

Di kampus jiwa aktivisnya terasah, pengabdian untuk khalayak bermula. Suherman menjadi penyambung suara mahasiswa. Sebagai anggota senat ITP, dia menjadi pendobrak aturan yang dinilai merugikan mahasiswa. Bahkan, dia termasuk aktivis 98 yang turut serta menciptakan reformasi di republik ini.

Tamat kuliah, Suherman mencebur ke dunia bisnis. Dia mendirikan perusahaan dan membangun jaringan. Kini dia menjabat sebagai Direktur Utama Karya Bangun Mandiri Persada. Sembari berbinis, putera pasangan M Syafei dan Rosdiana juga melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Mpu Tantular. “Menimba ilmu itu tak berbatas. Saya ingin terus belajar, dan merawat akal sehat,” imbuhnya.

Di bidang kontruksi, nama Suherman berkibar. Bisnis moncer, perusahaannya dipercaya memegang sejumlah proyek strategis. Selain bisnis kontruksi, dia juga menjabat sebagai Dirut PT KIA Agrobisnis Indonesia, Komisaris PT Gama Ultralindo, CEO TRD Mart 2020, CEO TRD Agro 2020 sampai sekarang dan Direktur Pemasaran PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Tangan bisnisnya dingin. Segala yang dikerjakan jadi.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Menguak Siasat Ma'ruf Amin Gerilya Urai Konflik Papua

Minggu, 4 Desember 2022 | 09:30 WIB
X