Kematian Masih Misteri, Keluarga Kalideres Kini Diduga Anut Santhara, Aliran Apalagi Tuh?

- Minggu, 20 November 2022 | 09:47 WIB
Satu keluarga tewas di Kalideres, sebelum meninggal dikenal sebagai keluarga yang tertutup kepada warga bahkan keluarga. (Istimewa)
Satu keluarga tewas di Kalideres, sebelum meninggal dikenal sebagai keluarga yang tertutup kepada warga bahkan keluarga. (Istimewa)
HARIANHALUAN.COM – Penyelidikan kasus penemuan 4 mayat dalam sebuah rumah di komplek perumahan mewah Citra Garden, Kalideres Jakarta Barat pada Kamis malam 10 November 2022 lalu, terus mengalami perkembangan dari berbagai pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian.

Sebagaimana Polda Metro Jaya telah melakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya satu keluarga di Kalideres ini dengan melibatkan sejumlah Ahli yang dianggap mampu membantu dalam mengungkapkan motif penyebabnya.
 
Baca Juga: Libatkan Ahli Digital Forensik, Polisi Akhirnya Temui Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat sampai saat ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
 
Berbagai penemuan di lokasi kejadian mulai barang biasa hingga barang yang tal lazim telah membuat banyak spekulasi yang beredar di masyarakat.

Setelah sebelumnya keluarga Kalideres ini menganut sekte tertentu yakni Apokaliptik, kini muncul isu yang beredar bahwa keluarga tersebut menganut suatu ajaran, yakni Santhara yang mengajarkan puasa hingga meninggal dunia.

Santhara dipercaya sebagai sebuah aliran atau kepercayaan keagamaan tertua yang berkembang di masyarakat India sejak sekitar 300 tahun silam.

Sementara dikutip dari Los Angeles Times, praktik Santhara adalah salah satu praktik Jain yaitu bagian dari agama minoritas di India, dimana para penganutnya akan meninggalkan makanan, air, dan kesenangan dunia untuk membuka jalan mereka menuju alam baka.

Bagi orang lain diluar golongan kepercayaan ini menyebut praktik Santhara adalah tindakan percobaan bunuh diri.

Santhara pernah mendapatkan pertentangan di Pengadilan Rajasthan Utara, India. Pasalnya Santhara dinilai sebagai sebuah ibadah yang tidak penting dan tak bernilai, sehingga siapapun yang menjalankan atau membantu praktik puasa ini akan dimintai pertanggungjawaban dan mendapatkan ancaman pidana.

Namun hingga akhir 2015, Mahkamah Agung (MA) India tetap mengizinkan praktik Santhara, sebab menurut MA India bahwa Santhara bukan tindakan mengakhiri hidup seseorang, melainkan sebuah proses pemurnian spiritual secara sadar.
 
Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan perbedaan bunuh diri dan Santhara.

Dikatakannya bahwa bunuh diri merupakan tindakan emosional yang cenderung impulsif.
 
Sementara keyakinan Santhara adalah ritual puasa di atas ranjang kematian yang dianggap sebagai tindakan rasional dan sukarela.

Lantaran itu, Santhara dikait-kaitkan dengan kematian satu keluarga di Kalideres. Pasalnya, mereka telah ditemukan mati secara bersamaan dan hasil autopsi menunjukkan bahwa jenazah tak mengonsumsi makanan hingga tubuh mereka mengalami kekurangan cairan.
 
Tak hanya itu, beberapa penemuan lainnya seperti buku-buku keagamaan yang diduga mereka memiliki keyakinan tertentu yang belum diketahui secara pasti.

Pihak kepolisian pun belum mau bisa menyimpulkan apa motif dibalik kematian satu keluarga tersebut, meski sudah menemuin titik terang.

"Ternyata ini kita memperoleh beberapa kemajuan atau titik terang dari penyelidikan ini, salah satunya terkait motif, kita bisa patahkan beberapa motif, kita masih perlu pendalaman lagi, sementara ini belum bisa disimpulkan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (16/11/2022) yang dikutip Harianhaluan.com pada Minggu 22 November 2022.(*)


Ikuti berita-berita hiburan terupdate dan menarik lainnya di Hops.ID member of Haluan Media Group
 

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Poskota.co.id

Tags

Terkini

Psikolog Dampingi 265 Anak Korban Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 26 November 2022 | 20:33 WIB

DPR RI dan Pemerintah Mulai Bahas Revisi RUU KSDAHE

Sabtu, 26 November 2022 | 19:47 WIB
X