Profil dan Biodata Anwar Ibrahim, Mantan Wakil PM Malaysia yang Pernah Terjerat Korupsi dan Sodomi

- Rabu, 23 November 2022 | 18:38 WIB
Anwar Ibrahim saat melaksanakan pemilihan umum/Instagram @anwaribrahim_my
Anwar Ibrahim saat melaksanakan pemilihan umum/Instagram @anwaribrahim_my

HARIANHALUAN.COM – Panggung politik Malaysia masih menggantung. Kursi perdana menteri baru negeri jiran belum ditentukan siapa yang akan menakhodai. Pemimpin Oposisi, Anwar Ibrahim digadang-gadang akan menjadi PM selanjutnya. 

Pasalnya, partai yang dipimpin Anwar Ibrahim, Pekatan Harapan (PH) mengoleksi suara terbanyak dengan total 82 kursi. Kendati begitu, perolehan suara tersebut tidak bisa membuatnya secara mulus dapat duduk di kursi perdana menteri baru Malaysia.

Sebab untuk bisa duduk di kursi perdana menteri baru Malaysia, Anwar Ibrahim setidaknya harus tembus ambang batas parlemen dengan total 112 kursi agar membentuk ‘simple majority’. 

Baca Juga: Kursi PM Baru Malaysia Masih Kosong, Anwar Ibrahim Dipanggil ke Istana

Anwar Ibrahim memulai karirnya ketika menjadikan Mahathir Mohamad sebagai guru. Saat itu, Anwar bekerja sama dengan Mahathir untuk menentang Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman.

Tidak hanya itu, Anwar juga terlibat menjaga hak dan kepentingan orang Melayu dan umat Islam saat peristiwa 13 Mei 1969 di Malaysia. Sementara kiprahnya di dunia politik, bermula sejak dirinya bergabung dengan Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu. 

Karir Anwar terbilang tidak moncer. Pasalnya, saat menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia, ia dipecat secara tidak hormat pada 2 September 1998. Anwar divonis hukuman enam tahun penjara atas tuduhan korupsi. 

Hanya berselang satu tahun, Anwar mendapatkan tambahan vonis sembilan tahun atas tuduhan kasus sodomi.  Mahkamah Federal Malaysia kemudian membebaskan Anwar dari penjara pada tahun 2004. 

Namun, pada Juli 2008, Anwar kembali ditangkap dengan kasus yang sama. Saat itu, ia mendapatkan tuduhan melakukan sodomi terhadap asisten pribadinya. Kemudian, pada 16 Mei 2018, Anwar baru dibebaskan dari penjara. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Tak Gentar! Qatar Tetap Larang LGBT dan Bir

Sabtu, 26 November 2022 | 14:08 WIB
X