Said Iqbal Bandingkan Usulan Apindo dengan Kadin soal UPM 2023, Ujungnya Tetap Demo

- Rabu, 23 November 2022 | 19:45 WIB
Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesa (KSPI) Said Iqbal.
Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesa (KSPI) Said Iqbal.

HARIANHALUAN.COM - Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesa (KSPI) Said Iqbal membandingkan usulan Apindo dan Kadin terkait usulan Upah Minimum Provinsi (UPM) DKI Jakarta 2023.

Said Iqbal mengatakan bahwa baru kali ini terjadi usulan pengusaha dengan dua versi, yaitu versi Apindo dan Kadin.

Baca Juga: Hore! Kemnaker Tetapkan Upah Minimum Naik 10 Persen Tahun Depan

"Baru terjadi selama Republik ini usulan pengusaha ada dua versi. Apindo DKI punya versi sendiri. Kadin DKI punya versi sendiri," ujar Said Iqbal.

Untuk diketahui, versi Apindo menggunakan PP 36/2021 yang sudah digantikan oleh Permenaker 18/2022 dengan kenaikan 2,62% sebesar Rp4.763.293. Sementara itu, Kadin menggunakan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 dengan kenaikan 5,11% sebesar Rp4.879.053.

Baca Juga: Upah Minimum di Malaysia Naik Jadi Rp5,1 Juta per Bulan

Dengan hal ini, Presiden KSPI menuding Apindo selalu ingin buruh membayar pekerja/buruh dengan upah murah dan menuding Apindo mengeksploitasi upah buruh.

"Di sini terlihat jelas bahwa Kadin lebih memahami dunia usaha, yakni usaha akan berkembang kalau daya beli naik," tutur Said Iqbal.

Sementara itu, Said Iqbal menilai bahwa dari sisi ini terlihat siapa yang selama mengeksploitasi upah buruh, karena menurutnya, Apindo menginginkan upah murah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X