Mengenal Sosok Buya Hamka, Guru yang Pernah Ditolak Mengajar di Sekolah Muhammadiyah

- Kamis, 24 November 2022 | 13:15 WIB
Buya Hamka (IST)
Buya Hamka (IST)

Selain itu, Hamka juga aktif di organisasi politik. Mulanya dia berpolitik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan.

Dia pun pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. Dan, hingga akhir hidupnya, Hamka aktif di Muhammadiyah.

Hamka merupakan pendiri Muhammadiyah Pagar Alam, Sumatera Selatan, bersama dengan Sutan Mansur.

Pada 1928, Hamka ditunjuk sebagai ketua cabang Muhammadiyah Padang Panjang.

Kemudian, pada 1934 Hamka didapuk sebagai anggota Dewan Konsuler Muhammadiyah Sumatera Tengah, meliputi Sumatera Barat, Jambi, dan Riau.

Pengabdiannya sebagai seorang guru dimulai Hamka setelah belajar di Makkah. Di sana dia belajar bahasa Arab dan Sejarah Islam.

Dikutip Haluan.com dari schmu.id, keberangkatannya ke Makkah karena pengalamannya ditolak mengajar di sebuah sekolah Muhammadiyah. Alasannya adalah kemampuan bahasa Arab dan ijazah formal yang tidak dimilikinya.

Sepulangnya dari Makkah, Hamka mengajar agama di Deli sembari memulai karier di dunia jurnalistik.

Semasa menjabat sebagai ketua cabang Muhammadiyah Padang Panjang, Hamka pun mengajar di Tabligh School Padang Panjang.

Kelasnya diadakan di Gedung Muhammadiyah Guguk Malintang setiap Selasa malam.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: BERBAGAI SUMBER

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG: Gempa di Banten Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 7 Februari 2023 | 09:08 WIB
X