Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Imam Bonjol Padang, Korban Mahasiswi Memilih Bungkam karena Aib

- Kamis, 24 November 2022 | 16:57 WIB
 
HARIANHALUAN.COM – Dugaan isu pelecehan ini semakin marak terjadi di dunia pendidikan, salah satu yang disorot itu ialah isu pelecehan dosen UIN Imam Bonjol Padang kepada mahasiswinya. 
 
Hal yang menyangkut pelecehan itu disuarakan kembali pada saat demontrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Rabu, 23 November 2022. 
 
Isu pelecehan itu menjadi pokok bagian dari tuntutan aksi ratusan mahasiswa di UIN Imam Bonjol Padang dan hal itu disampaikan oleh Ulva Salsabillah saat berorasi. 
 
Ulva Salsabillah, Menteri Advokasi Hukum dan HAM Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Imam Bonjol Padang, menyinggung juga banyak para mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual.
 
Lebih detailnya bahwa banyak mahasiswi yang diajak karokean, bagian tubuh yang dipegang-pegang hingga diajak berenang. 
 
Dikutip Harianhaluan.com dari Katasumbar.com ketika Ulva diwawancarai, ia menjelaskan pihaknya banyak laporan mahasiswi yang mendapatkan pelecehan seksual
 
Namun, ia pun menjelaskan lagi bahwa mahasiswi yang menjadi korban itu tak berani untuk berbicara terkait apa yang mereka alami. 
 
“Itulah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kami dari DEMA UIN Imam Bonjol Padang akan memberikan pemahaman bahwa identitas mereka (korban) aman di kami, karena kami tidak akan membeberkan,” katanya. 
 
Ulva pun menyoroti bahwa hal semacam ini sulit terbuka karena banyak korban yang tak berani bicara, sebab pelecehan adalah aib bagi mereka. 
 
“Hingga saat ini baru ada tiga orang, belum termasuk yang hanya mengadu-ngadu tanpa ada bukti,” ujarnya
 
Oleh karena itu, Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang Prof Duski Samad, merespon juga dengan perkataan jika ada kasus-kasus berupa pelecehan dan pungutan liar maka semua itu harus ada bukti.
 
Ia pun merespon juga bahwa kalau ini adalah problem mahasiswa maka harus diselesaikan secara representasi dan senat itu mempresentasikan dari semua komponen yang ada. 
 
Tak hanya itu saja! Duski menyinggung soal bukti yang belum ada. 
 
“Sampai hari ini belum ada yang berani menyebut bukti. Kalaupun hari ini belum ada edaran Rektor terkait pelecehan seksual tersebut, Undang-undang kita kan ada,” ujarnya.
 
“Saya sudah tantang mahasiswa, ayo buktikan. Kalau anda takut melapor saya pastikan untuk dilindungi,” pungkasnya.***

Editor: Mufrod

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Psikolog Dampingi 265 Anak Korban Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 26 November 2022 | 20:33 WIB

DPR RI dan Pemerintah Mulai Bahas Revisi RUU KSDAHE

Sabtu, 26 November 2022 | 19:47 WIB
X