Singapura dan 3 Negara Asia Tenggara Siap Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Bagaimana Nasib Indonesia

- Kamis, 24 November 2022 | 20:16 WIB
Singapura dan 3 Negara Asia Tenggara Siap Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Bagaimana Nasib Indonesia   (Kemlu.go.id)
Singapura dan 3 Negara Asia Tenggara Siap Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Bagaimana Nasib Indonesia (Kemlu.go.id)

Pada 1 November sampai 3 November lalu, perwakilan NHB dan publik menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Malaysia di Port Dickson, yang mana mendiskusikan nominasi tersebut, termasuk apa yang harus disertakan dalam aplikasi. .

NHB dijadwalkan untuk menyelenggarakan inisiatif penjangkauan dari Januari hingga Maret 2023 untuk meningkatkan kesadaran tentang nominasi tersebut. Detail akan diberikan di situs web NHB dan saluran media sosial NHB.

 Baca Juga: Prediksi Uruguay vs Korea Selatan Piala Dunia 2022, Pertandingan Pertama Grup H yang Sengit

NHB menambahkan UNESCO akan mengevaluasi nominasi berdasarkan definisi Warisan Budaya Takbenda dan sejauh mana masing-masing dari empat negara akan mempromosikan dan menyebarkan kegiatan terkait warisan budaya kebaya. Hasil nominasi diharapkan akan diumumkan pada akhir 2024.

kerajinan dan praktik terkait kebaya ditambahkan ke Daftar Warisan Budaya Takbenda NHB pada Oktober 2022, bersama dengan kategori lain seperti menanam anggrek dan memproduksi kecap dalam daftar tersebut. dari 102 penduduk lokal terkuat. 

Sebagai informasi, di balik masuknya kebaya Singapura ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO bersama 3 negara Asia Tenggara, Indonesia juga menjadi gaung terbaru melalui pengakuan Kebaya oleh UNESCO.

Baca Juga: Sudah Tegas LGBTQ Haram di Piala Dunia 2022, Deretan Pelanggarnya, Ada Menteri Jerman Malah Nantangin Nih

Terlebih lagi, komunitas pecinta kebaya di Indonesia ingin Indonesia mengikuti jalan satu negara dengan menyerahkan kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO, tidak sama dengan Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Alasannya, menurut mereka jika kebaya diakui oleh banyak negara, bisa jadi kebaya bukan lagi kebanggaan masyarakat Indonesia dan bukan lagi bagian dari identitas bangsa.(*)

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis

Sumber: The Straits Times

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X