Singapura Baru Sekarang, Indonesia Sudah Duluan Daftarkan Kebaya Jadi Warisan Takbenda ke UNESCO

- Sabtu, 26 November 2022 | 08:35 WIB
Duluan Indonesia Daftarkan Kebaya Jadi Warisan Takbenda UNESCO (Kemendikbud RI)
Duluan Indonesia Daftarkan Kebaya Jadi Warisan Takbenda UNESCO (Kemendikbud RI)


HARIANHALUAN.COM - Sempat geger, Singapura dan tiga negara Asia Tenggara daftarkan kebaya jadi Warisan Takbenda ke UNESCO pada 23 November 2022, ternyata Indonesia sudah mulai prosesnya sejak Juni tahun ini. 

Ketiadaan nama Indonesia dalam kerjasama beberapa negara Asean untuk daftarkan kebaya jadi warisan takbenda multinasional mengundang tanda tanya. 

Ternyata, upaya daftarkan kebaya jadi warisan takbenda ke UNESCO sudah dilakukan memasuki paruh kedua tahun ini.  

Gaung upaya ini serentak disuarakan beberapa BUMN sekaligus dengan program "Kebaya Goes to UNESCO". 

Melalui pernyataan resmi Dewan Warisan Nasional Singapura (NHB) pada rabu lalu, saat ini keempat negara masih dalam proses penyiapan berkas untuk daftarkan kebaya ke UNESCO. 

NHB, mewakili Brunei, Malaysia, dan Thailand, menyebutkan bahwa mereka berencana menyerahkan berkas untuk daftarkan kebaya jadi Warisan Takbenda pada bulan Maret 2023 mendatang. 

Dilansir harianhaluan.com dari inews.id, kabar ini ditanggapi oleh Ketua Gerakan Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati pada hari Jumat lalu. 

Baca Juga: 500 Meter di Bawah Antartika, Ilmuan Temukan Dunia Lain yang Tersembunyi

“Sebenarnya mereka enggak salah juga ya. Sebelumnya mereka memang sudah mengajak Indonesia untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO. 

"Tapi, kan mau kita, orang-orang Indonesia, kita ya harus melangkah sendiri, apalagi kebaya itu asalnya ya dari Indonesia,” ujar Rahmi saat dihubungi inews.tv via telepon.

Rahmi pun tidak menampik kalau kebaya juga telah dipakai oleh masyarakat dari keempat negara sejak lama meski asal-usul pakaian itu dari Indonesia

Kedekatan dari segi geografis tentunya mempermudah penyebaran kebaya ke negara-negara tetangga dan akhirnya bisa menjadi bagian dari budaya mereka. 

NHB juga menyatakan hal yang senada dari pengumuman resmi mereka. 

"Kebaya merefleksikan kemahiran dan keterampilan dari pembuatnya, sekaligus memperlihatkan akulturasi budaya."

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Kemendikbud dan Ristek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X