Politik Generasi Milenial, Brian Putra Bastara Pemimpin Dambaan

- Minggu, 27 November 2022 | 14:07 WIB
Brian Putra Bastara bersama Anies Baswedan (IST)
Brian Putra Bastara bersama Anies Baswedan (IST)


Aditya Warman - Milenial Sumatera Barat

 

2024 merupakan tahun politis yang partisipasi generasi milenial sangat menentukan arah perbaikan bangsa kita ke depan. Tahun 2024 merupakan waktu yang tepat bagi generasi milenial untuk tampil sebagai pemimpin politik. Tentu ini menjadi konstruktif bagi generasi milenial bahwa para old politician (generasi tua) tidak akanlama lagi pensiun dan pamit dari dunia perpolitikan karena perubahan era dankebutuhan zaman.

Apabila melihat kondisi demografi pada pemilu 2020 lalu, Pemilu serentak didominasi oleh pemilih milenial. Tentu kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat terhadap kepemimpinan milenial berbanding lurus (meningkat). Tapi akan lebih baik jikalau generasi milenial menjadi aktor dari perhelatan politik ini dalam mewujudkan kehendak rakyat-kaum muda selaku penggerak perubahan. Dimana kita bisa berkaca dari tahun politik 2019, terdapat 52 anggota DPR RI, 1 Menteri dan 2 wakil menteri dan 7 staf presiden merupakan kaum milenial.

Meminjam pernyataan dari aktivis 66, Soe Hok Gie bahwa "Tugas kita sebagai generasi muda adalah memberantas generasi tua yang mengacau". Dan hari ini, semua itu harus dijawantahkan dalam proses-proses politis, akademis dan aktivis. Bangsa kita telah diwarisi perpolitikan bobrok oleh para pendahulu, sebut saja politik hitam, politik pencitraan, money politik, kelptokrasi, nepotisme, dinasti politik, politikkebohongan dan lainnya.

Politik Generasi Milenial

Bagi penulis, politik generasi milenial merupakan politik kaula muda yang berkutat dibawah kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Artinya, semangat juangmuda dan identitasnya dibawah perkembangan zaman cenderungan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat dan tidak bisa ditipu daya oleh para old politican begitu saja. Pemeran utama dalam kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi saat ini adalah kaum muda.

Baca Juga: Brian Putra Bastara Ajak Warga Sumbar Sambut Kedatangan Anies Baswedan

Bagi kaum muda perubahan adalah keharusan, satu-satunya kepastian yang mampu memperbaiki kebobrokan adalah perubahan. Seiring dengan itu, era perpolitikan bangsa-bangsa beralih pada technopolitik, meleburnya proses-proses formal maupun non formal politik dengan teknologi komunikasi dan informasi.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Opini Tokoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X