Eddy Tansil, Buronan yang Bikin Negara Rugi Rp 1,3 Triliun Masa Total Aset Cuma 5 Hektar Tanah

- Senin, 28 November 2022 | 21:00 WIB
Ilustrasi Eddy Tansil Buronan Pembobol Bapindo Hilang sampai 26 tahun (Unsplash by DWNTWN Studios)
Ilustrasi Eddy Tansil Buronan Pembobol Bapindo Hilang sampai 26 tahun (Unsplash by DWNTWN Studios)

HARIANHALUAN.COM - Sudah 26 tahun kabur dari LP Cipinang Jakarta, Eddy Tansil, buronan yang paling dicari oleh aparat Indonesia itu hingga kini masih tidak jelas keberadaannya.

Permasalahan Eddy Tansil buronan sejak tahun 1996 ini sampai melegenda, sebab nilai kerugian yang dialami negara atas ulahnya itu sangat fantastis.

Baca Juga: Daniel Mananta Terpaku Dengar Makna Bismillah, Netizen: Masya Allah

Perusahaan milik Eddy Tansil yang bergerak di bidang petrokimia itu menjadi alat untuk membobol Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) hingga sebesar Rp1,3 triliun.

Dalam catatan kasus, perusahaan Eddy Tansil disebut mengajukan kredit untuk membangun tiga pabrik baru dan pihak bank menyetujui pinjaman. Namun, proyek itu nihil dan tidak pernah ditemukan bekasnya.

Dilansir harianhaluan.com dari ppatk.go.id, kasus Eddy Tansil pernah disinggung oleh Kees Bertens, seorang pastor dan pakar etika kelahiran Belanda, dalam bukunya yang berjudul "Pengantar Etika Bisnis".

Baca Juga: 7 Tempat Horor di Sumatera Barat, Nomor Terakhir Nyawa Taruhannya

Ia menuliskan, kredit yang mulai diberikan pada tahun 1992 sampai 1994 dilakukan dengan cara ilegal dan angkanya mencapai Rp1,3 triliun.

Kredit didapatkan oleh Eddy karena ada campur tangan dari pemerintah. Pengajuan kredit disetujui karena Eddy mendapat katebeletje atau surat sakti (surat referensi) dari Sudomo, saat itu Menko Polkam dan mantan Menaker di zaman Soeharto.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Sumber: ppatk.go.id, AntiKorupsi.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Khofifah Klop Cawapres Anies, Ini Alasannya No Debat

Jumat, 3 Februari 2023 | 20:22 WIB
X