Setali Tiga Uang! Kakak Eddy Tansil juga Pernah Buron, Rugikan Indonesia Rp2,65 Triliun

- Selasa, 29 November 2022 | 15:50 WIB
Hendra Rahardja dan adiknya Eddy Tansil. (Tangkapan layar Youtube)
Hendra Rahardja dan adiknya Eddy Tansil. (Tangkapan layar Youtube)

HARIANHALUAN.COM – Pada tahun 1993, Indonesia dihebohkan dengan pembobolan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) senilai Rp1,3 triliun. Kemudian, EddyTansil berhasil diamankan pada tahun 1996 di LP Cipinang.

Namun, di tahun yang sama Eddy Tansil berhasil lari dari lapas. Tak sekedar lari, sosoknya bahkan sulit lagi untuk dideteksi hingga akhirnya ia dicap sebagai buronan bahkan sampai saat ini. Kabarnya ia melarikan diri ke kampung halaman orang tuanya di Fujian, China.

Satu tahun setelah kaburnya Eddy Tansil dari LP Cipinang, rupanya jejaknya diikuti oleh sang kakak Hendra Rahardja yang saat itu masih berada di Indonesia.

Pada tahun 1997 Indonesia kembali menelan pil pahit saat Hendra Rahardja alias Tan Tjoe Hing juga menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara sebesar Rp2,659 triliun. Padahal saat itu, Ekonomi Indonesia dalam keadaan rapuh.

Dua bank miliknya yakni Bank Harapan Sentosa dan Bank Guna Internasional disita negara. Namun, sayangnya Hendra sudah lebih dulu bertindak menjual seluruh sahamnya ke pihak lain.

Baca juga: Inilah Sosok Orang Tua di Balik Kesuksesan Laksamana Yudo Margono, Petani Tulen

Berbeda dengan Eddy Tansil yang melarikan diri ke China, Hendra sendiri memilih ke Australia. Berkat adanya perjanjian ekstradisi yang terjadi antara Indonesia dan Australia membuat Hendra tertangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2003. Ia kemudian menjadi tahanan sementara di Australia.

Namun, meski adanya perjanjian ekstradisi, Hendra Rahardja sangat sulit untuk dipulangkan ke Indonesia sampai akhirnya kakak Eddy Tansil itu meninggal dunia dalam tahanan akibat kanker ganas yang telah menggerogoti empedu dan ginjalnya.

Meninggalnya Hendra Rahardja, kasus pidananya dinyatakan gugur dan harta kekayaannya yang berupa uang sejumlah Rp634 ribu dollar Australia atau sekitar Rp4 miliar disita oleh pemerintah Australia yang kemudian diserahkan kepada pemerintah Indonesia.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: youtube @najwa shihab

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuk Intip Makna Dibalik Logo ASEAN Indonesia 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 08:52 WIB

Siap-siap! Kereta Api Trans Sulawesi Segera Beroperasi

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:58 WIB
X