Ketakutan Soeharto pada Megawati, Oposisi dari Trah Soekarno dan Lenyapnya Para Dalang Belakang Layar

- Kamis, 1 Desember 2022 | 16:34 WIB
Ketakutan Soeharto pada Megawati Trah Soekarno dan peristiwa Kudatuli  (Kepustakaan Presiden Perpusnas.go.id)
Ketakutan Soeharto pada Megawati Trah Soekarno dan peristiwa Kudatuli (Kepustakaan Presiden Perpusnas.go.id)

HARIANHALUAN.COM- Kebebasan terlalu sering diintervensi oleh pemerintah saat Soeharto meraja. Urusan internal partai yang sempat menjagokan putri Trah Soekarno, Megawati pun tidak luput dari perhatian.

Penempatan Soerjadi sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) oleh pihak pemerintah, memecah kubu pendukung partai menjadi dua. Setengah massa memilih memihak Megawati dari Trah Soekarno.

Pergerakan besar-besaran yang juga dilakukan dari sisi internal masing-masing kubu akhirnya pecah di Jakarta, 27 Juli 1996. Penyerbuan kantor DPP PDI menelan banyak korban, terutama dari pendukung Megawati, Trah Soekarno.

Baca Juga: Panas! Elon Musk Tuding Apple Blokir Twitter dari App Store

Dilansir harianhaluan.com dari kontras.org, korban dari peristiwa berdarah yang juga disebut "Peristiwa Kudatuli" masih juga belum mendapat keadilan hingga saat ini.

Berdasarkan temuan Komnas HAM, penyerangan oleh massa kubu Soerjadi dibiarkan oleh aparat keamanan, terutama yang sedang bertugas saat itu.

Sebelum peristiwa pecah pada Sabtu Kelabu itu, berita penyerangan sudah terdengar isunya sejak beberapa waktu yang lalu. Suasana sekitaran DPP PDI pun mencekam dan mulai dijaga oleh pendukung Megawati.

Baca Juga: 3 Kriteria Mobil yang Harus Gunakan Pertamax Turbo, Jenis BBM Nonsubsidi yang Harganya Baru Saja Naik

Naas, setelah penyerangan dilakukan, korban jiwa pun berjatuhan. Ada lima orang meninggal dunia, yaitu Asmayadi Soleh, Suganda Siagian, Slamet, Uju Bin Asep dan Sariwan.

Halaman:

Editor: Mufrod

Sumber: kontras.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuk Intip Makna Dibalik Logo ASEAN Indonesia 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 08:52 WIB
X