Ada Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad, Panglima Jenderal Andika: Hukum Langsung, Pecat!

- Jumat, 2 Desember 2022 | 09:40 WIB
Ada Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad, Panglima Jenderal Andika: Hukum Langsung, Pecat! (YouTube Puspen TNI)
Ada Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad, Panglima Jenderal Andika: Hukum Langsung, Pecat! (YouTube Puspen TNI)

HARIANHALUAN.COM - Panglima TNI tegas merespons seorang perwira Pasukan Pengaman Presiden atau Paspampres perkosa prajurit wanita dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Tindakan pemerkosaan yang melibatkan perwira Paspampres berpangkat Mayor diduga terjadi di Pulau Bali, sekitar pertengahan November 2022.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, membenarkan adanya kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum berpangkat Mayor dan korbannya berpangkat Letda.

Baca Juga: Hadiri Rakernas Perwosi, Amel Audy Bahas Rancangan Kegiatan Tahun 2023

"Oh sudah, sudah diproses, hukum langsung," kata Jenderal Andika kepada awak media di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 1 Desember 2022.

Pelaku yang diketahui dinas di Divisi Infanteri 3/Kostrad Gowa, kini telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah menjalani penyidikan di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kalau nggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres, itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," kata Andika.

Baca Juga: Begini Kronologi Wanita Bercadar Todong Pistol Paspampres di Istana Presiden

Dia menambahkan saat ini kasus pemerkosaan tengah diambil alih Mabes TNI, karena yang bersangkutan adalah anggota Paspampres.

"Itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," tegas Andika.

Dia juga memastikan mengusut sampai tuntas kasus itu karena merupakan sebuah tindakan pidana dengan hukuman dipecat.(*)

Editor: Amal Nur Ngazis

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X