Ketum PAN Zulkifli Hasan sebut Airlangga Hartarto Layak dan Pantas Maju Sebagai Capres dari KIB

- Selasa, 6 Desember 2022 | 01:01 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengungkap Ganjar Pranowo dan Erick Thohir sebagai sosok rambut putih dan wajah keriput (Foto : Tangkapan layar medsos)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengungkap Ganjar Pranowo dan Erick Thohir sebagai sosok rambut putih dan wajah keriput (Foto : Tangkapan layar medsos)

HARIANHALUAN.COM - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memprioritaskan kader internal sebagai tokoh yang akan dimajukan sebagai calon presiden (capres). Hal itu diungkap ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak dan pantas untuk diprioritaskan maju sebagai calon presiden dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

Kendati para ketum cenderung pada nama Airlangga, banyak di antara kader PAN dan PPP yang justru condong pada calon eksternal seperti Anies Baswedan ataupun Ganjar Pranowo. 

Analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, menilai dinamika pengajuan nama dalam KIB masih dalam kategori normal. Menurutnya, masih ada cukup waktu untuk memastikan nama yang bakal diusung koalisi yang beranggotakan Golkar, PPP, dan PAN itu.

"Saya pikir masih normal saja. Perjalanannya masih agak panjang, masih sampai akhir depan," terangnya.

Baca Juga: KIB jadikan pemilu 2024 sebagai pesta Rakyat Selaras Harapan Publik, Pengamat: Jangan Sekedar Ucapan

Menurut Arif, dinamika yang muncul dalam pembahasan nama capres KIB dapat dinilai sebagai upaya untuk membangun posisi tawar. Pertama, posisi tawar dari nama figur atau kandidat, seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Selanjutnya adalah posisi tawar dari faksi yang mengajukan. 

"Kedua adalah posisi tawar pihak yang mengajukan nama itu sendiri. Bisa jadi dari relawan, bisa jadi dari faksi-faksi tertentu dalam partai yang bersangkutan. Harapannya kan siapa pun nama yang muncul, mereka mendapatkan bagian dari kue kekuasaan yang diharapkan," lanjutnya.

Arif menilai perbedaan suara tersebut juga tidak akan berlanjut membesar hingga menjadi konflik internal. Meski, perbedaan nama figur yang muncul itu menunjukkan adanya faksi-faksi dalam KIB yang mempunyai pilihan lain.

Baca Juga: Wadir Indef: Ketahanan Ekonomi Indonesia Jadi Daya Tarik Bagi Investor

Halaman:

Editor: Jefrimon

Tags

Terkini

X