3 Kisah Haru dan Tragis di Balik Keindahan Gunung Semeru

- Selasa, 6 Desember 2022 | 15:13 WIB
Gunung Semeru (Foto: Pixabay/astama81) (Farida Nur Safitri)
Gunung Semeru (Foto: Pixabay/astama81) (Farida Nur Safitri)


HARIANHALUAN.COMGunung Semeru dikenal dengan keindahannya yang mampu memanjakan mata para pendakinya. Dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa membuat gunung ini menjadi salah satu gunung yang harus dikunjungi bagi para pendaki.

Namun, di balik keindahan yang ditawarkan oleh Gunung Semeru, ternyata tersimpan banyak kisah haru maupun tragis yang juga menjadi sejarah di Gunung Semeru. Berikut beberapa kisah haru dan tragis yang pernah terjadi di Gunung Semeru:

1. Kisah Soe Hok Gie Aktivis yang Meregang Nyawa di Gunung Semeru

Soe Hok Gie adalah pria keturunan Tionghoa yang lahir pada 17 Desember 1942. Pria ini menjadi salah satu sosok yang ikut andil dalam penurunan kekuasan Orde Lama.

Baca Juga: DPR RI Sahkan RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Singapura dan Fiji Jadi UU

Saat itu, pada 16 Desember 1969, Gie beserta teman-temannya yang tergabung dalam Mapala UI memulai pendakiannya di Gunung Semeru. Mereka berangkat dengan membawa keperluan yang dibutuhkan.

Ketika pendakian di sore hari, cuaca Gunung Semeru memburuk. Hujan gerimis serta kabut menyelimuti Gunung Semeru. Semburan gas dan debu juga mulai keluar disusul dengan ledakan-ledakan yang berasal dari lubang kepundan kawah.

Teman-teman Gie segera turun menuruni dataran terbuka yang penuh dengan bebatuan sambil menutup hidungnya guna mencegah bau belerang yang semakin menusuk hidung dan paru-paru.

Gie dan temannya, Idhan datang belakangan. Diketahui, Gie dan Idhan sudah terlalu banyak menghirup gas beracun. Seperti yang tercatat dalam buku ‘Zaman Peralihan’, Gie meninggal dalam kegelisahan. Soe Hok Gie meninggal akibat semburan gas beracun yang tidak terlihat di puncak Gunung Semeru.

Baca Juga: 2 Kali Semburan Abu Vulkanik Kerinci! TNKS: Sejak Oktober 2022 Pendakian Gunung Kerinci Tutup

Gie akhirnya dimakamkan di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, namun abu jenazahnya disebar di lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango, Jawa Barat.

2. Kisah Ali, Kuli Pasir yang Hilang Ditelan Erupsi Semeru

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021. Dilansir dari Solopos.com, Ali adalah seorang kuli penambang pasir di lereng Gunung Semeru. Pria ini memang sehari-hari bekerja di area penambangan pasir dan saat itu sedang mencari pasir ketika tiba-tiba terjadi erupsi.

Pagi itu, pada pukul 8.00 WIB seperti biasa Ali pamit bekerja pada keluarganya. Ali bekerja di lereng Gunung Semeru untuk mengambil pasir. Irus, kakak dari Ali mengatakan pada pagi itu memang ada yang berbeda di diri adiknya. Firasat buruk menyelimuti hati Irus.

Halaman:

Editor: Ghoffarullah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gorontalo Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo

Kamis, 9 Februari 2023 | 10:25 WIB
X