Secuil Sejarah Masyarakat Minang dalam Secangkir Kopi Kawa Daun

- Selasa, 6 Desember 2022 | 22:51 WIB
Kopi Kawa, Kopi khas Tanah Datar Batusangkar (Foto: Instagram.com/@destinasingopi) (Harry Harryanto Mulyawan)
Kopi Kawa, Kopi khas Tanah Datar Batusangkar (Foto: Instagram.com/@destinasingopi) (Harry Harryanto Mulyawan)


HARIANHALUAN.COM - Kopi kawa daun merupakan kopi unik orang Minang dengan cita rasa khas dan jadi salah satu kekayaan khas kuliner Sumatera Barat.

Kopi kawa daun merupakan kopi yang diseduh dari daun kopi layaknya teh, berbeda dengan kopi pada umumnya yang menggunakan biji kopi untuk membuat racikan kopi.

Warna kopi kawa daun lebih menyerupai teh dibanding dengan kopi pada lazimnya. Meminum kopi kawa baiknya menggunakan batok kelapa agar aromanya lebih wangi dan cita rasa tetap kuat.

Kopi Kawa Daun umumnya dihasilkan di Kota Baru, Tanah Datar Batusangkar. Berbeda dengan petani kopi di tempat lain. Para petani kopi di Kota Baru justru memanen daun kopi.

Baca Juga: Ngulik Kelebihan dan Kekurangan 5 Seri Laptop Acer yang Belum Banyak Orang Tahu

Daun-daun kopi yang baru dipanen kemudian diasapi di atas bara api. Daun yang pilih umumnya yang tidak terlalu tua.

Bila daun yang digunakan terlalu tua justru tidak mengeluarkan rasa kopi yang kuat. Bila daun terlalu muda justru rasa kopi kawa terlalu pahit.

Umumnya para petani mengambil daun kopi yang berada di tengah ranting karena usia daun kopi tersebut tidak terlalu tua dan bukan merupkan daun yang masih muda.

Proses pengasapan membutuhkan waktu hingga dua jam. Hingga daun kering dan berwarna kecoklatan.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Serahkan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi

Setelah selesai disangrai, kopi kawa dapat disajikan dengan cara tubruk atau langsung direbus dalam air hingga mendidih.

Jenis daun kopi yang digunakan untuk membuat kopi kawa adalah jenis kopi robusta yang lebih kuat cita rasa pahit dibanding jenis daun kopi arabika.

Balik rasanya yang unik, ada beragam cerita tentang kopi kawa ini. Cerita yang umum tersebar adalah saat penjajahan Belanda masyarakat Minang terpaksa meminum daun kopi karena semua panen biji kopi dirampas oleh Belanda.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Akhir Tahun 2022, Nomor 4 Cocok Buat Konten Kreator dan Owner Olshop

Halaman:

Editor: Ghoffarullah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X