Mengenal Tradisi Hoyak Tabuik yang Berasal dari Pariaman

- Rabu, 7 Desember 2022 | 07:30 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, tamu undangan sangat menikmati Budaya Tabuik kearifan lokal dari Pariaman ini dan juga seluruh pengunjung di Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu, 14 Agustus 2022.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, tamu undangan sangat menikmati Budaya Tabuik kearifan lokal dari Pariaman ini dan juga seluruh pengunjung di Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu, 14 Agustus 2022.

HARIANHALUAN.COM - Indonesia kaya dengan berbagai upacara adat yang ada, bahkan jumlahnya bisa tidak terhitung.

Salah satunya datang dari Sumatera Barat yang memiliki upacara untuk mengenang meninggalnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali.

Baca Juga: Buka Booth Saat Hoyak Tabuik, BTI XL Axiata Beri Pelanggan Merchandise Menarik

Upacara adat yang selalu dilaksanakan pada tanggal 1-10 muharram di Kota Pariaman, Sumatera Barat ini bernama upacara Tabuik.

Upacara Tabuik merupakan tradisi yang telah dikenal masyarakat luas, sehingga ribuan pengunjung selalu bisa memadati area digelarnya tradisi ini setiap tahunnya.

Baca Juga: Gubernur Sumbar: Hoyak Tabuik Festival Terbesar di Bibir Samudera Hindia

Upacara Tabuik ini sudah berlangsung sejak abad ke-19 Masehi.

Kata Tabuik sendiri berasal dari bahasa Arab, yakni tabut yang berarti peti kayu. Sementara orang Pariaman melafalkannya menjadi Tabuik.

Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh dialek minang, yakni konsonan yang berakhiran t akan dilafalkan menjadi ik. Contohnya, takut menjadi takuik.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Brian Putra Bastara Angkat Bicara Perihal UMP Sumbar

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:22 WIB
X