Pelaku Bom Astana Anyar Punya Kaitan dengan ISIS, Al Chaidar Warning Teror Bom Susulan

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:51 WIB
 Beredar video 7 detik peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung  ( @qhsse_indonesia)
Beredar video 7 detik peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung ( @qhsse_indonesia)

HARIANHALUAN.COM - Peristiwa ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi pada pukul 08.55 Rabu pagi, 7 Desember 2022 di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung masih diselidiki oleh Densus 88.

Kejadian bom bunuh diri menewaskan 2 orang yang merupakan pelaku dan seorang polisi, sedangkan korban luka-luka berjumlah 8 orang.

Hingga saat ini identitas pelaku masih diselidiki oleh pihak yang berwajib, serta sumber ledakan bom bunuh diri yang mengakibatkan keramaian di sekitaran Polsek Astana Anyar.

Atas aksi serangan Polsek Astana Anyar ini, Pengamat Teroris, Al Chaidar menegaskan jika aksi bom bunuh diri yang terjadi merupakan aksi yang mirip dengan kejadian bom di Sibolga dan Surabaya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tegang Gegara Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Netizen Malah Fokus Celana, Ups!

Baca Juga: Benarkah Ini KTP Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Satu Warga Biasa Ini Jadi Korban

Sedangkan aksi pengeboman Polsek, dilakukan bukan sebagai motif balas dendam oleh jaringan terorisme yang melakukan aksi bom bunuh diri.

"Nggak juga, ini bom bunuh diri keluarga, famili suicide terrorism, bom bunuh diri ini seperti terjadi di Sibolga dan Surabaya," katanya kepada HarianHaluan.Com pada Rabu, (7/11/2022).

Peristiwa bom bunuh diri di Sibolga, Sumatera Utara terjadi pada tahun 2019.

Sedangkan peristiwa bom bunuh diri di Surabaya terjadi pada tahun 2018.

Modus yang dilakukan pelaku dalam aksinya tadi pagi, menurutnya pelaku atau boomber memiliki afiliasi dengan kelompok ISIS.

"Afiliasi kepada ISIS. ISIS karena memang sekarang ini lagi aktif aktifnya lakukan serangan setelah bom Turki Pakistan Thailand, itu semuanya kelompok ISIS,"

"Mereka sedang memang menggalang kekuatan kekuatan, dan ada kemungkinan yang terjadi di Indonesia diatensi," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Mufrod

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X