Studi Sebut Dua Dosis Vaksin Covid-19 Turunkan Risiko Terinfeksi Varian Delta hingga 60%

Rahma Nurjana
- Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:57 WIB
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hampir 4 juta laporan kasus Covid-19 varian delta secara global hingga 30 Juli 2021. Artinya penularan dan penyebaran Varian Delta semakin mengkhawatirkan.

Sebagaimana diketahui, varian delta dengan kode B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India beberapa bulan lalu. Jenis ini menyebar lebih cepat dengan karakteristik khusus. Varian delta menjadi mutasi yang dominan dalam mendominasi kasus covid-19 secara global. Lantas, apa upaya yang bisa dilakukan?

Dilansir dari Okezone, selain disiplin menjalani protokol kesehatan, vaksinasi jadi salah satu cara utama untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Inilah kenapa, vaksinasi Covid-19 sangat penting, agar bisa segera mungkin mencapai herd immunity.

Terkait dengan manfaat vaksin dan peluang resiko infeksi Covid-19, studi besar prevalensi virus terbaru dari Inggris baru saja menyiarkan temuan terbarunya. Mengutip Reuters, disebutkan orang-orang yang sudah full vaksin atau dua dosis lengkap, berkurang risiko terinfeksi Covid-19 dari varian virus delta sebesar 50 hingga 60 persen (termasuk pada orang-orang yang tidak bergejala).

Para peneliti dari Imperial College London mengatakan, orang yang diketahui sudah menerima dua dosis vaksin hanya memiliki kemungkinan setengah untuk positif Covid-19, menyesuaikan dengan faktor lain. Contohnya usia hingga faktor apakah orang yang dites memiliki gejala atau tidak.

Menurut penelitian, berfokus pada kelompok orang yang bergejala, efektivitas vaksin meningkat menjadi sekitar 59 persen. Disebutkan ahli epidemiologi Imperial Paul Elliot sebagai pemimpin penelitian tersebut, studi penelitian Imperial ini dirancang untuk melihat hasil pada lebih banyak orang.

"Kami sedang melihat efektivitas terhadap infeksi di antara sampel acak dari populasi umum, yang mencakup individu tanpa gejala. Ya jadi, ini sekelompok orang yang berbeda,” ujar Paul Elliot.

Para peneliti mengatakan bahwa secara keseluruhan, prevalensi pada orang yang tidak divaksinasi adalah 1,21 persen, ini angka yang tiga kali lebih tinggi dari prevalensi 0,40 persen pada orang yang sudah divaksinasi penuh. Selain itu, viral load di antara orang dengan Covid-19 juga lebih rendah pada orang yang telah divaksinasi. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Paragon Gelar Seminar Hari Guru di INS Kayutanam

Senin, 29 November 2021 | 18:15 WIB

Wakapolda dan PJU Polda Sumbar Hadiri HUT Korpri ke-50

Senin, 29 November 2021 | 16:25 WIB

Senin Dini Hari, Kota Jayapura Diguncang Gempa Darat

Senin, 29 November 2021 | 01:58 WIB

SUMDARSIN di Polda Sumbar Diikuti Sebanyak 10.448 Jiwa

Minggu, 28 November 2021 | 20:57 WIB
X