Genetika Minang dalam Konstelasi Politik Nasional Itu Berlanjut

- Kamis, 8 Desember 2022 | 20:27 WIB
Adio Sangiro
Adio Sangiro

 

Adio Sangiro

Wakil Ketua DPW NasDem Sumbar

 

Siapa yang tidak kenal Hatta? Wakil Presiden pertama Indonesia, Pahlawan Nasional yang mendampingi Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan aktor dari banyak peristiwa sejarah yang tidak bisa diputus dari sebab kebebasan yang kita rasakan saat ini. Hatta adalah aktivis yang aktif dalam berbagai organisasi pemuda dan perjuangan pada masanya, buah pikirnya banyak menginspirasi pergerakan pemuda. Bahkan Hatta menyumbang penggalan kalimat dalam teks proklamasi “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” yang bermakna bahwa Hatta menginginkan aktualisasi dari teks proklamasi secara nyata.

Kontribusi Tokoh Minang dalam Perjuangan Kemerdekaan

Selain Hatta, nama besar H. Agus Salim juga terkenal sebagai pejuang kemerdekaan, seorang  cendekiawan yang berasal dari Minangkabau. Seorang diplomat ulung yang cerdik dan berilmu. Ia sukses menjadi delegasi Indonesia ke berbagai negara, bahkan keberaniannya membuat ia dengan lantang menepis tudingan delegasi Belanda tentang pengkhianatan nota kesepakatan Linggarjati.

  1. Agus Salim juga merupakan tokoh Serikat Islam dan aktif pula sebagai jurnalis dengan memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan redaksi Nerajta, salah satu media cetak kala itu. Ia menulis banyak opini dan merangkum semua aspirasi masyarakat yang ditujukan untuk menyulut semangat perjuangan rakyat Indonesia agar berani melawan penjajah. Kiprahnya sebagai jurnalis terus berlanjut, ia menjadi pimpinan redaksi di banyak media cetak, bahkan bersama H. OS Tjokroaminoto ia menerbitkan Harian Fadjar Asia yang menjadi corong dari Partai Serikat Islam.

Baca Juga: Polisi Beberkan Kronologi Kebakaran Masjid Pesantren MTI Canduang Agam

Kancah perpolitikan nasional juga tidak asing dengan nama Sutan Syahrir. Pemuda gagah, pintar dan berani pada masanya. Sutan Syahrir dikenal sebagai, aktivis, politisi dan juga penulis. Ia juga piawai dalam membaca keadaan dan menyusun strategi secara intelektual, sebagai contoh pada masa kependudukan Jepang, Syahrir mulai membaca bahwa Jepang tidak akan memenangkan perang dan akan terdesak oleh pasukan sekutu. Ia membiarkan Soekarno dan Hatta menjalin kerja sama dengan Jepang sementara ia memimpin gerakan bawah tanah untuk merebut kemerdekaan saat posisi Jepang semakin melemah. Strateginya tersebut sukses membuat kemerdekaan Indonesia diproklamirkan secara resmi pada 17 Agustus 1945.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Artikel Bebas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus IDI Sumbar Periode 2022-2025 Resmi Dilantik

Sabtu, 28 Januari 2023 | 21:02 WIB

Sumbar Masih Kekurangan Dokter, Ternyata Karena Ini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:37 WIB
X