Ketika Ambisi Soeharto 'Ditiru' Kades

- Rabu, 25 Januari 2023 | 21:02 WIB
Aksi unjukrasa Kades (Inews)
Aksi unjukrasa Kades (Inews)

HARIANHALUAN.COM – Entah apa yang ada dalam pikiran para Kades yang berangkat ke Senayan, Jakarta ini  Mereka ujug-ujug menuntut revisi masa jabatan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Dalam UU tersebut, pasal 39 ayat 1 ialah persoalan yang disorot ribuan kades yang datang ke Senayan. Pasal itu berbunyi: Kepala Desa atau Kades memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.

Lamanya masa jabatan yang diemban oleh para Kades sudah melebihi masa jabatan presiden dan wakil presiden yang hanya dapat memerintah dan menjadi kepala negara selama lima tahun.

Baca Juga: Resmi! HT Lantik Michael Victor Sianipar & Sortaman Saragih Sebagai Ketua DPP Partai Perindo

Apalagi bila pasal tersebut dilanjutkan ke pasal 39 ayat 2, Kades bisa menjabat selama tiga kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut. Yang artinya memungkinkan pejabat desa ini bisa memimpin selama 18 tahun.

Masa jabatan tersebut hanya beberapa tahun lebih sedikit dari kepemimpinan Soekarno selama menjadi Presiden Republik Indonesia dari tahun 1945 hingga 1966.

Keinginan para kades yang masa jabatannya ditambah menjadi 9 tahun dalam sekali menjabat, memungkinkan bahwa akan adanya kekuasaan di desa yang hadir selama 27 tahun, apa mungkin para Kades ingin menyaingi masa kepemimpinan Soeharto yang 32 tahun?

Baca Juga: Geger! Mayat Wanita dalam Kondisi Bugil Ditemukan Tersangkut di Sungai Cipelang

Kekuasaan yang begitu lama ada di tangan seseorang, akan rentan terjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Padahal di masa sekarang, praktik KKN tersebut belum bisa ditumpas dari negeri ini.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Sumber: Setkab.go.id, kemendesa.go.id, ombudsman.go.id, Twitter Fahri Hamzah

Tags

Terkini

X