Jepang dan NATO Berjanji akan Bertindak Tegas Terhadap Ancaman Rusia dan China

- Kamis, 2 Februari 2023 | 08:14 WIB
Sekjen NATO Jens Stoltenberg (kiri) dan PM Jepang Fumio Kishida (kanan)
Sekjen NATO Jens Stoltenberg (kiri) dan PM Jepang Fumio Kishida (kanan)

HARIANHALUAN.COM - Dalam pidatonya di Tokyo, Jepang, Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa Jepang dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) harus "tetap bersatu dan tegas" dalam menghadapi ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh China , Korea Utara dan perang Rusia di Ukraina.

Stoltenberg memperingatkan bahwa Beijing terus mengawasi perkembangan di Ukraina dan mempelajari pelajaran yang dapat memengaruhi keputusannya di masa depan.

Dia berbicara bersama Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida setelah keduanya mengadakan pembicaraan sebagai bagian dari perjalanan ke Asia oleh Stoltenberg yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan sekutu demokratis.

Baca Juga: 6 Oleh-oleh Khas Pariaman Paling Populer, Nomor 3 Banyak Diburu Wisatawan

“Apa yang terjadi di Eropa hari ini bisa terjadi di Asia Timur besok. Jadi kita harus tetap bersatu dan teguh, berdiri bersama untuk kebebasan dan demokrasi,” ujarnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 31 Januari 2023.

Stoltenberg dan Kishida mengatakan bahwa mereka khawatir dengan meningkatnya kerja sama yang mereka lihat antara China dan Rusia.

Namun saat berada di Tokyo, dia memuji posisi kuat dan dukungan substansial yang ditawarkan Jepang untuk Ukraina.

Baca Juga: Dimutasi ke Yanma, Babak Baru Kompol D Usai Selingkuh 8 Bulan dengan Wanita Audi A6 si Istri Simpanan

Tokyo telah memberlakukan sanksi terhadap Moskow bersama dengan mitra G7-nya dan telah mengirimkan peralatan pertahanan dan menawarkan perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari konflik.

Stoltenberg mengatakan dia dan Kishida juga berbagi keprihatinan atas "perilaku provokatif" Korea Utara, mulai dari aktivitas nuklir hingga uji coba rudal balistik.

Dia mengatakan China "bukan musuh kita" tetapi memperingatkan kehadiran militernya yang tumbuh di Asia termasuk senjata nuklir, mengintimidasi tetangga dan mengancam Taiwan, serta menyebarkan disinformasi tentang NATO dan Ukraina.

Baca Juga: Mengupas Sejarah dan Penghargaan JD.ID, Hingga Kini Resmi Tutup di Indonesia

Pada gilirannya, Kishida mengatakan Jepang akan mendirikan kantor perwakilan independen untuk berurusan dengan NATO sebagai bagian dari upaya untuk memperdalam hubungan.

"Jepang juga akan mempertimbangkan partisipasi reguler dalam pertemuan tingkat tinggi yang diadakan oleh aliansi tersebut," tambah Kishida.

Halaman:

Editor: Erizky Bagus Z

Sumber: channelnewsasia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X