Diundang Rakernas, Rocky Gerung: Saya Nonmuslim tapi akan Kampanye untuk Partai Ummat!

- Kamis, 16 Februari 2023 | 16:11 WIB
Pengamat Politik Rocky Gerung Bakal Kampanye untuk Partai Ummat meski Nonmuslim (Tangkapan layar Kompas TV)
Pengamat Politik Rocky Gerung Bakal Kampanye untuk Partai Ummat meski Nonmuslim (Tangkapan layar Kompas TV)

HARIANHALUAN.COM Partai Ummat telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Rabu 15 Februari 2023, acara tersebut turut dihadiri oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Seperti yang diketahui Partai Ummat beberapa waktu lalu mengungkapkan dengan lantang bahwa mereka adalah partai politik yang mengusung politik identitas. Rocky Gerung mengungkapkan bahwa identitas politik dapat menjadi pembeda antara satu dengan lainnya.

Politik memiliki dua momentum yaitu momentum untuk mengisi otak dan momentum mengumpulkan suara. Rocky menjelaskan alasan dirinya diundang oleh Partai Ummat bukan karena beragama Islam, tetapi karena dia mempunyai otak.

Baca Juga: Problem Kemacetan Belum Teratasi, Jokowi Dorong Industri Otomotif Masuk Pasar Ekspor

“Kenapa saya diundang oleh Partai Ummat yang identitasnya Partai Islam, apakah karena saya Islam? Saya diundang karena saya punya otak,” tegas Rocky Gerung pada acara Rakernas Partai Ummat 2023 dikutip dari tayangan video YouTube Kompas TV, Kamis 16 Februari 2023.

Selain Islam, Partai Ummat memiliki identitas tambahan yaitu partai muda. Rocky Gerung memberikan usulan kepada Partai Ummat untuk dapat meresmikan partai tersebut dengan partai yang berbasis identitas.

Rocky Gerung juga mengungkapkan bahwa ia akan dikritik akibat menjadi pembicara pada acara Partai Ummat yang merupakan partai muslim, sedangkan dirinya adalah nonmuslim. Rocky mengungkapkan bahwa Ia akan berkampanye untuk Partai Ummat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Singgung Tingginya Penjualan Kendaraan Sebabkan Macet Dimana-mana

“Saya nonmuslim tapi saya akan berkampanye untuk Partai Ummat,” ungkap Rocky Gerung

Rocky Gerung mengkritik Amien Rais selaku Ketua Majelis Syura Partai Ummat yang menganggap politik identitas buruk dan salahnya penggunaan. Menurut dia, Identitas merupakan sebuah definisi antropologi, setiap manusia tumbuh dengan identitas.

Dalam Politik, jika sesuatu hal berubah menjadi sebuah identitas. Maka hal itu berarti telah diakui, seperti halnya Islam, bukan diakui karena jumlahnya yang banyak, tetapi karena sejarah perangnya.

Baca Juga: Terpilih Menjadi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir Beberkan Langkah Awalnya

Seluruh tradisi berpikir sebuah bangsa dihasilkan oleh percakapan berbasis argumentasi. Saat ini, argumentasi akan dihilangkan dengan mendorong orang untuk masuk dalam kecurigaan identitas.***

Editor: Riezky Maulana

Sumber: YouTube Kompas TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X