Membawa Amanah Kebaikan dari Masyarakat Indonesia, Sekolah Relawan Hadir untuk Penyintas Gempa Turki

- Jumat, 17 Februari 2023 | 11:00 WIB
Tim Sekolah Relawan
Tim Sekolah Relawan

Jakarta, Harian Haluan.com - Korban tewas gempa Turki telah menembus lebih dari 40.000 jiwa. Hingga kini, cuaca dingin dan hujan salju yang menyelimuti Turki menjadi masalah serius lainnya bagi para penyintas.

Dalam kondisi itu, mereka harus tinggal di tenda pengungsian. Begitu pula dengan para penyelamat dan relawan yang berjuang melawan suhu dingin di tengah evakuasi korban yang masih dalam pencarian.

Founder Sekolah Relawan, Bayu Gawtama, bersama tim relawan mendarat di Istanbul, Turki pada Senin (13/1/23). Suhu udara saat itu minus sebelas derajat.

Penyerahan Bantuan dari Tim Sekolah Relawan
Penyerahan Bantuan dari Tim Sekolah Relawan

Esok harinya tim bergerak ke kota Malatya, sebagai salah satu kota yang cukup parah terdampak gempa. Bertemu dengan relawan gabungan internasional lainnya, tim langsung berkoordinasi dengan NGO Turki, assessment lokasi, dan menyalurkan kebutuhan logistik yang dibawa dari Indonesia.

“Kami bergerak ke Malatya, salah satu kota yang sangat terdampak gempa. Kita akan koordinasi dan membagi tim untuk bantu evakuasi dan penyaluran bantuan kepada penyintas di tenda pengungsian. Semua pihak, warga Turki, menyambut kami dengan hangat dan sangat baik di sini” jelas Bayu Gawtama

Giat aksi lebih lanjut, tim Sekolah Relawan bersama relawan gabungan belanja kebutuhan makan dan logistik. Tim disambut hangat oleh NGO setempat dan AFAD (Disaster and Emergency Management Authority Turkey).

Bersama dengan relawan gabungan internasional, Sekolah Relawan ikut berperan dalam penyediaan asupan makanan sehat di dapur umum yang didirikan untuk para penyintas ataupun tim penyelamat.

Selanjutnya, tim bergerak menyalurkan bantuan makanan ke 2 lokasi pengungsian. Lebih dari 500 warga mengungsi di sebuah gedung sekolah. Ketika kami datang, mereka langsung mengantri untuk mendapatkan makanan. Seorang penyintas laki-laki paruh bayah mengatakan “TeĊŸekkür ederim” lalu memeluk tim relawan.

Sekolah Relawan bertekad untuk tetap ikut bergerak membersamai penyintas gempa Turki atas doa dan dukungan orang baik di Indonesia.

 

 

Editor: Albar

Sumber: press release

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X