Benarkah Covid-19 Varian Delta Ada di Sumbar? Pasaman dan Pasbar Dicurigai, Begini Penjelasan Epidemiolog

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 23:31 WIB
Varian Delta Plus (Boldsky.com)
Varian Delta Plus (Boldsky.com)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Santer disebut-sebut bahwa Covid-19 varian delta di Sumatera Barat (Sumbar) telah ditemui, namun secara laboratorium belum terbukti.

Baca Juga: Epidemiolog Unand: Satgas Tidak Pernah Sampaikan Detail Data Kematian Akibat Covid-19 

Dari kajian Epidemiolog Universitas Andalas (Unand), Defriman Dhafri mengatakan jika dilihat data Covid-19 sebenarnya, data tersebut dibedakan antara data kajian resiko dengan trend penularan Covid-19 berbeda.

Data trend Covid-19 yang ada sudah full sampai data terakhir, tapi data kematian faktor resiko baru per 7 Juni. Sedangkan masih ada data 8 Juni sampai 8 Agustus yang masih belum didapat. 

Sebenarnya kalau dari data trend Covid-19 yang diambil, kata dia, puncak peningkatan kasus Covid-19 yang naik itu pada awal bulan Maret.

"Saya meyakini, jangan-jangan Covid-19 varian delta sudah masuk bulan Maret sebelum lebaran," katanya, Selasa (10/8/2021).

Sementara itu, Ia mengatakan, angka kematian di Sumbar persentase ranknya 2 sampai 3 persen. Jadi, kata Defriman, jangan dilihat berdasarkan angka jumlah kematian absolut saja. Seharusnya Case Fatality Rate (CFR). 

Ia mengatakan, perbandingan antara jumlah kasus yang dilaporkan dengan CFR pada daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang harus dicurigai. Karena kata dia, CFR nya tinggi.

"Jika dilihat CFR Kota Padang hasilnya masih di bawah itu. Artinya rangenya tidak setinggi Pasaman dan Pasaman Barat, jika dilihat dari data yang diperoleh secara detail," ucap Defriman.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X