CATATAN PELATIHAN AHLI PERS (2): Demokrasi Semu dan Tantangan Pers Saat Ini

Heldi Satria
- Selasa, 24 Agustus 2021 | 11:43 WIB
Pelatihan Ahli Pers Dewan Pers
Pelatihan Ahli Pers Dewan Pers

Di parlemen, pembentukan undang-undang, proses legislasi, kontrol atas eksekutif, tidak lagi murni untuk kepentingan orang banyak. Penyelenggaraan negara telah menjadi ajang berbagi kekuasaan para kelompok atau partai politik dengan kadar beragam dari pusat ke daerah. Tidak lagi fokus untuk kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat sebagaimana disebutkan dalam konstitusi. Sementara Dewi Keadilan dan kepentingan umum sering tidak lagi menjadi acuan dalam memutuskan berbagai perkara, tetapi menjadi alat mendapatkan uang atau tunduk pada kepentingan lain.

Lalu apa tanggapan Menko Polhukam tentang demokrasi semu ini? “Tentang pseudo democracy, nah itulah masalah kita semua,” ujar Mahfud. Seolah-olah demokrasi, tapi bukan. Misal untuk membuat kebijakan yang baik, tapi legislatif tidak setuju, lalu untuk mengegolkannya terjadilah transaksi. Tawar menawar untuk meloloskan pasal undang-undang. Pada pilar yudikatif juga ada yang rusak.  Pengadilan dengan dalih hakim punya kebebasan utuh, melahirkan putusan-putusan yang bertentangan dengan hati nurani publik. Ini juga bagian dari demokrasi semu.

Baca Juga: Usai Terpapar Badai Cytokine, Deddy Corbuzier Kini Kembali Aktif Gym

“Mudah-mudahan sekarang tidak ada demokrasi semu. Nah, kalau ada, itu tugasnya Anda (Pers). Tugas pers untuk mengungkap dan meluruskannya. Pers yang harus bicara, membuka,” kata Mahfud.

Untuk membangun dan memperbaiki kualitas demokrasi, baik Nuh maupun Mahfud, menaruh harapan kepada pilar keempat, yakni pers. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pers masih bisa diharapkan sepanjang tidak terkena konspirasi antarpilar.

Banyak harapan memang tertumpang kepada pers. Mengutip Hendri CH Bangun dalam “Tantangan Pers 2021” ,”Dalam kondisi ini, pers betul-betul diharapkan menjadi pilar keempat dari sistem demokrasi yang kita anut, yang kritis terhadap semua jenis kekuasaan karena dia bekerja sebagai alat kontrol. Kalau dia lemah, akan semakin semena-menalah penyelewengan yang kita saksikan terjadi saban hari.”

Tantangan Pers Hari Ini

Secara implisit, peranan pers tercantum pada Pasal 6 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, antara lain memenuhi hak masyarakat untuk menegetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan. Peranan penting lainnya yaitu melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Tersebab penting dan mulianya tugas dan peran pers yang intinya mewakili kepentingan publik, maka Pasal 8 UU Tentang Pers memberikan perlindungan hukum terhadap wartawan yang melaksanakan profesinya.

Catatan khusus dari program “Penyegaran dan Pelatihan Ahli Pers Dewan Pers” , masyarakat pers menyadari, bahwa tidaklah mudah menjalankan tugas dan peran ideal pers seperti yang termaktub dalam Pasal 6 UU Tentang Pers.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Penulis

Tags

Terkini

Wanita Asal Cina Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:48 WIB
X