Magnificent Seven Serie A dan Kabarnya Kini

- Jumat, 17 September 2021 | 18:35 WIB

Serie A adalah kompetisi sepak bola teratas di Italia. Serie A juga menjadi salah satu kompetisi sepak bola tertua di dunia. Dimulai sejak tahun 1898, kompetisi sepak bola ini pernah menjadi pusat perhatian para penggemar sepak bola dunia di era 90an. 

Serie A menjadi liga teratas di era 90an karena menyajikan persaingan yang kompetitif antar klub dan juga banyak pemain bintang saat itu bermain di Serie A. Magnificent Seven Serie A adalah sebutan untuk tujuh tim Serie A terbaik yang berlomba-lomba mengejar juara Seria di setiap musimnya. Sebutan tersebut pernah populer di era 90an hingga awal 2000an.

Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Lazio, Parma, dan Fiorentina adalah tujuh tim terbaik yang dinilai jadi kekuatan utama di sepak bola. Tujuh tim ini tak hanya moncer di Serie A saja tapi mereka juga tampil bagus di kompetisi-kompetisi Eropa. 

Nama pertama adalah Juventus. Tim yang berasal dari kota Turin ini berhasil menjadi tim Serie A yang paling sukses di era 90an. Si Nyonya Tua berhasil meraih tiga gelar Serie A di era 90an tepatnya di musim kompetisi 1994/1995, 1996/1997, dan 1997/1998. Juventus juga meraih gelar Serie A lagi pada awal era 2000an. Namun prestasi yang paling membuat Juventus bangga adalah menjadi juara Liga Champions musim 1995/1996. 

Baca Juga: Pro Vercelli, Jawara Italia Dengan Koleksi 7 Gelar

Ketika era 90an, Juventus saat itu diperkuat oleh Roberto Baggio pemain legendaris Italia, Alessandro Del Piero dan tak lupa Zinedine Zidane juga pernah memperkuat Si Nyonya Tua pada era 90an. Selain nama-nama hebat diatas, sosok pelatih Marcelo Lippi juga menjadi salah satu faktor moncernya Juventus di era 90an. Tak lupa juga keluarga Agnelli yang membuat Juventus selalu tampil di kompetisi teratas. Kini Juventus masih menjadi tim terkuat di Italia. 

Nama kedua adalah AC Milan. Tim yang berasal dari kota Milan ini berhasil meraih empat gelar Serie A secara beruntun tepatnya di musim 1991/1992, 1992/1993, 1993/1994, dan 1995/1996. AC Milan kembali meraih gelar Serie A lagi pada musim 1998/1999. Total ada lima gelar Serie A yang diraih AC Milan di era 90an. Tak hanya itu saja, AC Milan juga berhasil menjadi juara Liga Champions musim 1993/1994. 

Fabio Capello sukses membawa AC Milan menjadi tim yang kuat di liga domestik maupun Eropa. Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan trio Belanda Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard adalah sederet nama pemain legendaris yang memperkuat AC Milan di era 90an. AC Milan masih tampil kompetitif hingga akhir 2000an sebelum tim tersebut mengalami sedikit kemunduran pada era pertengahan 2010an. Kini AC Milan kembali dalam performa terbaiknya dibawah asuhan Stefano Pioli. 

Nama ketiga adalah Inter Milan rival sekota AC Milan. Tim ini tak meraih gelar banyak di era 90an namun tim ini berhasil menjadi salah satu kekuatan Italia di kompetisi Eropa. Inter Milan sukses menjuarai dua gelar kompetisi Eropa kelas dua atau Liga Eropa di musim 1993/1994 dan 1997/1998. Momen datangnya Ronaldo de Lima ke Inter Milan tahun 1997 menjadi momen paling ikonik yang dimiliki Inter Milan.

Inter baru mendapatkan kejayaanya di era 2000an hingga awal era 2010an dengan banyak gelar. Musim yang tak pernah dilupakan adalah musim 2009/2010 yang mana klub tersebut berhasil meraih treble winners dengan menjuarai Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia. Sempat mengalami naik turun performa di era 2010an, Inter dapat mengatasinya dan menjadi juara Serie A musim 2020/2021. 

Nama keempat adalah AS Roma. Tim ibu kota tersebut menjadi salah satu tim yang berada di posisi klasemen papan atas Serie A era 90an hingga awal 2000an. AS Roma baru mendapatkan gelar Serie A lagi pada musim 2000/2001. Pada tahun 2000, saat itu AS Roma yang dilatih Fabio Capello kedatangan mantan striker Fiorentina yakni Gabriel Batistuta. Ia berhasil membantu AS Roma meraih gelar ketiga Serie A. Kini AS Roma masih tampil konsisten di Serie A dan berusaha untuk meraih gelar keempat Serie A bersama Jose Mourinho. 

Selanjutnya nama kelima adalah Lazio rival sekota AS Roma. Berkat kekuatan keuangan Sergio Cragnotti pemilik Lazio saat itu, Lazio berhasil mendatangkan Juan Sebastian Veron, Diego Simeone, dan Pavel Nedved untuk meraih gelar bergengsi di penghujung era 90an hingga awal 2000an. Lazio berhasil meraih gelar Serie A keduanya di musim kompetisi 1999/2000. Lazio yang saat itu dilatih oleh Sven-Goran Eriksson ini juga berhasil meraih Piala Winners, Piala Super Eropa, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana. Kini Lazio masih konsisten bermain di Serie A bersama rival sekotanya, AS Roma.

Posisi keenam di tempati oleh Parma. Tim yang berasal dari kota Parma ini berhasil berbicara banyak di kompetisi Eropa era 90an. Parma berhasil menjuarai Liga Eropa di musim 1994/1995 dan 1998/1999.  Tak hanya itu, Parma juga meraih gelar Piala Winners dan Piala Super Eropa di tahun 1993. Hernan Crespo, Enrico Chiesa, Gianluigi Buffon, Lilian Thuram dan Fabio Cannavaro adalah sederet pemain terkenal yang dimiliki Parma. Nmaun kini Parma harus bermain di Serie B setelah degradasi di musim lalu. Sebelumnya Parma dikabarkan bangkrut pada tahun 2015. Tim yang mempunyai segudang cerita indah di era 90an ini terpaksa harus mulai kembali dari Serie D kasta keempat Liga Italia. Parma kembali lagi ke Serie A ditahun 2018 dan sempat duduk di papan tengah klasemen Serie A saat itu.

Baca Juga: Mengapa Klub-Klub Italia Selalu Diancam Dengan Kebangkrutan?

Terakhir ada nama Fiorentina. Tim yang berasal dari kota Florence ini sempat disegani di Eropa pada penghujung era 90an. Duet maut Batistuta dan Rui Costa saat itu paling ditakuti tim lawan. Francesco Toldo, Gabriel Batistuta, Rui Costa, Predrag Mijatovic, Edmundo, Abel Balbo, Tomas Repka, Moreno Torricelli, dan Angelo di Livio adalah sederet nama pemain top yang pernah membela Fiorentina di era 90an. Fiorentina berhasil meraih gelar Coppa Italia kelimanya di tahun 1995/1996 dan meraih gelar Supercoppa Italiana di tahun 1996. Fiorentina kembali meraih gelar Coppa Italia pada musim 2000/2001 yang saat itu dilatih Roberto Mancini. Gelar tersebut menjadi gelar pertama Roberto Mancini sebagai pelatih. 

Pada tahun 2002, Fiorentina mengalami kebangkrutan. Klub terpakasa memulai lagi dari kasta terbawah Liga Italia. La Viola kembali ke Serie A pada musim 2004/2005 dan sempat kembali lagi duduk di klasemen atas Serie A pada penghujung era 2000an. Kini Fiorentina masih konsisten bermain di Serie A

Sejak bangkrutnya Fiorentina di tahun 2002, sebutan Magnificent Seven Serie A tak populer lagi. Kini ada Napoli dan Atalanta tim Italia yang menjalanin kejayaannya di era saat ini meskipun belum ada gelar Serie A yang mereka dapat lagi khususnya Napoli. 

Magnificent Seven Serie A menjadi kenangan indah bagi para penggemar sepak bola yang saat itu masih usia remaja, usia muda sampai usai dewasa. Tayangan Liga Italia pun dulu disiarkan di salah satu tv swasta di Indonesia dan banyak penggemar sepak bola di Indonesia yang menyukai klub Liga Italia semasa Magnificent Seven Serie A berjaya. 

 

 

Halaman:

Editor: Bayu Christian

Sumber: startingeleven.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jose Mourinho Minta AS Roma Datangkan Diogo Dalot

Selasa, 7 Desember 2021 | 01:30 WIB

Dries Mertens Ingin Bertahan di Napoli

Selasa, 7 Desember 2021 | 00:15 WIB

Fiorentina Selangkah Lagi Dapatkan Jonathan Ikone

Senin, 6 Desember 2021 | 06:05 WIB

Jika Benitez Dipecat, Mourinho Bakal Latih Everton

Senin, 6 Desember 2021 | 03:50 WIB

3 Formasi Real Madrid Tanpa Kehadiran Karim Benzema

Minggu, 5 Desember 2021 | 17:32 WIB
X