Sejarah Sepakbola Dunia dan Indonesia, Olahraga yang Sempat Dilarang

- Kamis, 16 September 2021 | 17:55 WIB
Sejarah sepakbola (Sumber gambar: Pixabay.com)
Sejarah sepakbola (Sumber gambar: Pixabay.com)

 

HARIANHALUAN.COM - Sepakbola menjadi salah satu olahraga yang saat ini populer di dunia. Dilansir melalui liputan6.com, World Atlas mengatakan di akhir tahu 2020, sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia, dengan perkiraan 3,5 miliar penggemar. Sepakbola cenderung dekat dengan kehidupan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Kerap dijumpai anak-anak bermain sepakbola, meski tidak di lapangan sepakbola.

Sejarah Sepakbola di Dunia

Dengan kepolurennya tersebut, bagaimana sejarah sepakbola di dunia beserta perkembangannya, termasuk di Indonesia.

Tiongkok

Secara garis waktu, sejarah sepakbola dunia diawali dari Tiongkok. Sejarah sepak bola tercatat bermula pada masa pemerintahan dinasti Han, sekitar abad ke-2 sampai ke- 3 Masehi.

Pada saat itu, permainan sepakbola dimulai dengan menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang yang digulung-gulung berbentuk seperti bola.Cara bermainnya tidak jauh berbeda dengan sepak bola saat ini. Dengan cara memasukkan bola ke dalam jaring kecil. Pada masa itu permainan tersebut disebut dengan istilah Thu chu.

Jepang

Sepakbola di Jepang disebut dengan 'Kamari'. Alat yang digunakan sama seperti bola, terbuat dari kulit kijang yang digulung menjadi bulat. Permainan ini menjadi salah satu permainan yang digemari di Jepang pada masa itu. Nampak dari banyaknya orang yang bermain di jalanan yang kosong untuk memainkan 'Kamari' di Jepang.

Inggris

Pada masa Raja Edward di Inggris, sempat muncul larangan bermain sepakbola. Hal tersebut lantaran banyaknya tindakan kekerasan yang mengarah pada tindakan brutal saat bermain sepakbola, karena belum memiliki peraturan permainan yang begitu jelas.

Kemudian pada tahun 1369, Raja Edward III mengizinkan kembali masyarakat bermain sepakbola. Namun, pada tahun 1572, Ratu Elizabeth I mengeluarkan perintah larangan kembali bermain sepak bola. Ratu Elizabeth menilai setelah izin yang diberikan Raja Edward III, sepakbola tetap dipenuhi tindakan-tindakan kekerasan dan menjurus kepada kebrutalan.

Pada masa itu, sepak bola resmi dilarang. Bagi yang bersikeras bermain sepakbola, akan dikenakan hukuman penjara. Kemudian pada 1680, Raja Charles II dengan beberapa pertimbangan akhirnya mencabut larangan tersebut. Hinga khirnya masyarakat pada masa itu bisa bermain sepak bola kembali, sampai saat ini.

Indonesia

Dilansir melalui suara.com, sepakbola di Indonesia sendiri pada masa kolonial. Sepakbola dimulai sejak pemerintahan Hindia Belanda pada 1914. Pada masa itu banyak terjadi kompetisi antar klub dari masing-masing kota di pulau Jawa.

Sebelum berdirinya federasi sepakbola tanah air yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Indonesia sudah memiliki federasi sepakbola bernama Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB).

NIVB merupakan sebuah organisasi sepakbola yang didirikan oleh perkumpulan-perkumpulan sepakbola pada masa pemerintah Hindia Belanda. Kemudian, NIVB berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1927.

Sepakbola Indonesia secara resmi dimulai saat PSSI didirikan pada tanggal 19 April 1930, di Yogyakarta. Pada saat itu, sejumlah tokoh sepakbola di berbagai daerah mengadakan pertemuan yang dilakukan secara diam-diam, untuk menghindari Polisi Belanda (PID). Saat berdirinya PSSI, banyak terjadi kegiatan politik yang menentang penjajahan pemerintah Belanda terhadap masyarakat Hindia Belanda.

Pada pertemuan tersebut, lahir Persatuan Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) dan kemudian Soeratin Soesrosoegondo dilantik sebagai Ketua Umum PSSI. Soeratin Sosrosoegondo merupakan seorang insiyur sipil lulusan Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927.

Soeratin juga mendorong pembentukan badan olahraga nasional yang bertujuan untuk memperkuat olahraga milik Indonesia melawan dominasi Hindia Belanda. Pada tahun 1938 berdiri Ikatan Sport Indonesia (ISI), dan menyelenggarakan Pekan Olahraga pada tanggal 15 – 22 Oktober 1938.

 

Halaman:

Editor: Rizky Adha Mahendra

Sumber: Liputan6.com, detik.com, Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal Liga Jerman Pekan Ini: Wolfsburg Jamu Dortmund

Sabtu, 27 November 2021 | 02:00 WIB

Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Napoli Tantang Lazio

Sabtu, 27 November 2021 | 00:15 WIB

3 Pemain Kunci Lazio di Bawah Asuhan Maurizio Sarri

Jumat, 26 November 2021 | 18:44 WIB

Mura vs Tottenham: 3 Hal yang Harus Diperbaiki Conte

Jumat, 26 November 2021 | 15:37 WIB

Fabrizio Romano: Arsenal Ingin Rekrut Striker Baru

Jumat, 26 November 2021 | 03:55 WIB

Chelsea Tak Akan Jual Christian Pulisic ke Liverpool

Jumat, 26 November 2021 | 03:00 WIB

Ralf Rangnick Sepakat untuk Latih Manchester United

Jumat, 26 November 2021 | 00:15 WIB
X