Tingkatkan Kualitas 4G Selama PON, Pemerintah Bangun Jaringan Fiber Optik Bawah Laut di Papua

- Jumat, 24 September 2021 | 16:15 WIB
ilustrasi pemasangan fiber optic bawah laut (japanbullet.com)
ilustrasi pemasangan fiber optic bawah laut (japanbullet.com)

HARIANHALUAN.COM - Guna mengamankan layanan telekomunikasi selama helatan iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mitra penyelenggara layanan telekomunikasi melakukan pembangunan kabel fiber optik sedalam 4.000 meter.

“Salah satu persiapannya dengan membangun rute baru fiber optik kabel laut yang berada di kedalaman 4.000 meter di sebelah utara Kota Jayapura, Papua. Jaringan tersebut untuk menyediakan layanan telekomunikasi 4G berkualitas saat penggelaran PON XX 2021 berlangsung"

"Selain itu, kami juga berkoordinasi secara intensif dengan operator seluler untuk menjaga jaringan telekomunikasi berkualitas selama berlangsungnya kompetisi,” kata Menkominfo Johnny G. Plate dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Papua yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Kamis (24/09/2021) dilansir dari Kominfo.go.id

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan guna mengantisipasi apabila terjadi gangguan telekomunikasi di wilayah Papua dan Papua Barat pada saat penyelenggaran PON XX 2021 berlangsung.

“Mengingat wilayah daratan dan lautan Papua yang luas, sehingga kami bekerjasama dengan Telkom merancang back up jaringan telekomunikasi untuk mendukung PON dan kegiatan masyarakat, serta pemberitaan di saat bersamaan," bebernya.

Menurut Menkominfo, antisipasi gangguan jaringan telekomunikasi tersebut dilakukan dengan menyiapkan jalur cadangan yang mecakup wilayah Jayapura - Madang - Port Moresby - Guam - Manado sebagai alternatif pertama, dan wilayah Jayapura - Madang - Port Moresby - Sydney - Batam sebagai alternatif kedua.

"Dukungan dari sisi infrastruktur telekomunikasi tersedia dan memadai. Mudah-mudahan aman. Ini kami siapkan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan telekomunikasi akibat dari kejadian alam, seperti misalnya terjadi aktivitas vulkanis bawah laut yang akan mengganggu keseluruhan jaringan maupun akibat dari ulah manusia sendiri di mana kabel bisa juga putus akibat dari jangkar atau karena perbuatan vandalism berupa perusakan dan pembakaran tower yang merusak infrastruktur," jelasnya.

Menteri Johnny menegaskan kesiapan dukungan layanan telekomunikasi itu akan dibuktikan dalam perjalanan PON dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 di Provinsi Papua.

“Karenanya, kesiapan kita just at the beginning. Kesiapan yang hebat, setengah pekerjaan selesai, Kita butuh membangun 50% nya lagi. Untuk itu saya bersama Tim Kominfo perlu hadir di sini guna melakukan cek dan ricek dalam memastikan kesiapan PON secara menyeluruh A to Z,” ujarnya. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Kominfo

Tags

Terkini

SEA Games Ditunda Sampai Mei 2022

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:42 WIB

PON XX Papua Sumbang 176 Kasus Positif Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:42 WIB

Atasi Torino, Napoli Kini Berburu Scudetto Ketiga

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Resmi: Salernitana Pecat Fabrizio Castori

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:20 WIB

Napoli Segera Permanenkan Andre Zambo Anguissa

Senin, 18 Oktober 2021 | 01:05 WIB

West Ham Berhasil Taklukan Everton 1-0

Senin, 18 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Terpopuler

X