Gabriel Batistuta, Bomber Ikonik Era 90an yang Tak Menyukai Sepak Bola

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 15:40 WIB

Liga Italia yang dimulai sejak tahun 1898 banyak menghadirkan cerita yang kemudian menjadi sejarah yang tak akan dilupakan. Era 90an menjadi era keemasan dari kompetisi sepak bola Negeri Pizza ini. Banyak pemain-pemain top dunia menjalani karirnya di tim-tim Italia. 

Ketika di era 90an, kompetisi sepak bola Negeri Pizza ini menjadi favorit bagi para penggemar sepak bola di Indonesia. Serie A yang saat itu bernama Lega Calcio ini disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia karena banyaknya penggemar sepak bola di Indonesia menyukai Liga Italia saat itu. 

Ruud Gullit, Zinedine Zidane, Hernan Crespo, Juan Sebastian Veron, Ronaldo de Lima, Batistuta">Gabriel Batistuta, dan Rui Costa adalah sederet pesepak bola ikonik di era 90an dan mereka berasal bukan dari Italia. Mereka menjalani karir sepak bolanya di Liga Italia yang saat itu sedang di puncak kejayaan. 

Dari beberapa pesepak bola yang disebutkan diatas ada nama Gabriel Omar Batistuta atau yang lebih dikenal dengan nama Batistuta">Gabriel Batistuta. Mantan striker timnas Argentina ini menghabiskan era 90an-nya bersama Fiorentina. Batistuta dikenal dengan ciri khas rambut panjangnya dan tendangan gledeknya yang mampu membuat kiper lawan malas untuk menepis tendangannya.

Gabriel Omar Batistuta lahir ditanggal 1 Februari 1969 di kota Avellaneda yang berada di provinsi Santa Fe, Argentina. Ia lahir dari keluarga kelas pekerja dan ia gemar melakukan kegiatan yang jarang dilakukan oleh anak kecil pada umumnya. 

Baca Juga: Ketika UFO Membawa Keberuntungan Bagi Fiorentina

Batistuta kecil gemar berkuda dan melakukan gerakan-gerakan akrobatik. Ia kemudian menaruh minat dengan sains. Ia sama sekali tak menyukai olahraga hingga pada suatu hari kawannya mengajak Batistuta untuk berolahraga. 

Bukan sepak bola olahraga yang pertama ia mainkan melainkan Basket. Ia banyak menghabiskan waktunya untuk bermain saat usianya masih belum menginjak 10 tahun. Namun Piala Dunia 1978 mampu membuat Batistuta kecil tertarik dengan sepak bola. 

Piala Dunia 1978 digelar di Argentina dan berhasil dimenangkan oleh Argentina yang saat itu adalah gelar Piala Dunia pertama bagi tim tango. Mario Kempes berhasil menjadi top skor di Piala Dunia 1978 yang kemudian menginspirasi Batistuta kecil untuk bermain sepak bola. 

Halaman:

Editor: Bayu Christian

Sumber: startingeleven.id, eatgolf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X