Semen Padang Alami Banyak Kerugian

- Kamis, 19 Februari 2015 | 18:52 WIB

“Kita sudah memesan tiket pesawat dan kamar hotel. Ten­tunya dengan tidak jadinya kita berangkat kita akan didenda oleh maskapai penerbangan dan hotel. Kita tentunya ke­cewa dengan pengunduran ini,”ujar media officer Semen Padang Hardi Andri Kamis (19/2).

Selain Semen Padang, klub lainya yang merasa dirugikan adalah Persipura. Persipura sudah terlanjur keluar biaya untuk persiapan maupun kebe­r­angkatan tim ke Bandung, untuk melakoni laga perdana melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 20 Februari 2015.

“Kami akan me­nyam­pai­kan sikap kami (klub), PT Liga dan juga federasi. Karena secara materi kami sudah rugi, secara moril kami rugi. Kami akan menuntut ganti rugi itu kepada BOPI lewat PT Liga. Karena surat dari BOPI itu semuanya batal,” ucap Rocky Bebena, sekretaris Persipura, Rabu (18/2).

Dia menambahkan, bukan hanya Persipura yang sudah keluar biaya untuk laga per­dana. Klub-klub ISL lain pun mengalami hal serupa. “Semen Padang sudah keluar Rp50 juta untuk tiket. Pusa­mania Borneo FC sudah tiba di Malang. Kami sudah tiba di Bandung, tidak tahu tim yang lain. Saya sudah minta ofisial tim Persipura untuk menyim­pan semua bon-bon penge­luaran yang akan kami lam­pirkan dalam tuntutan ke BOPI,” bebernya.

Kompetisi Indonesia Su­per League (ISL) musim 2015, sudah dipastikan PT Liga Indo­nesia (PT LI) akan diikuti sebanyak 18 klub. Dari jumlah tersebut, masih sedikit yang sudah melengkapi data sesuai yang diminta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Menurut Ketua Umum BOPI, Noor Aman, klub yang datanya hampir lengkap yakni Persib Bandung, Sriwijaya FC, Semen Padang, dan Persipura Jayapura.Alhasil, dilan­jut­kannya, hal tersebut membuat pihaknya belum bisa menge­luarkan rekomendasi kepada pihak kepolisian terkait pe­nyelenggaraan ISL.

“Secara keseluruhan, baru 50 persen data dan dokumen yang baru masuk ke BOPI untuk diverifikasi. Sedangkan sebagaian klub lainnya, data­nya sudah mendekati dan men­­capai 95 persen. Data serta dokumen yang belum masuk, di antaranya mengenai status bebas utang, kontrak pemain, pajak. Padahal, data-data pe­main dibutuhkan untuk me­ngetahui status pemain, ter­masuk apakah punya Kitas atau tidak,” ujarnya.

“Soal pajak, kami perlu tahu apakah punya NPWP atau belum dan seberapa taat bayar pajak. Kalau stadion bukan prioritas. Tapi surat keterangan kontrak atau MoU dengan pengelola, juga diperlukan. CSR Program juga bukan prio­ritas,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Olahraga untuk Menaikkan Berat Badan Ideal Anda

Kamis, 16 September 2021 | 15:40 WIB

Barcelona Incar Youri Tielemans

Selasa, 14 September 2021 | 15:00 WIB
X