FIFA Ancam Skors Indonesia

- Jumat, 20 Februari 2015 | 19:42 WIB

“Terkait penundaan ISL, kami mengingatkan Indonesia  bahwa semua anggota asosiasi FIFA harus mengatasi masalah mereka secara independen dan tanpa pengaruh dari pihak ketiga seperti yang sudah dijelaskan di pasal 13 dan 17 Statuta FIFA,” demikian FIFA dalam suratnya.

“Dan apabila keberlanjutan ISL terus ditunda sebagai bentuk keputusan BOPI atau bahkan Kementerian Olahraga dan Pemuda Inonesia membuat kriteria tersediri untuk klub ISL, masalah ini akan diteruskan ke departemen FIFA yang relevan untuk mengambil tindakan yang tepat, yang bisa jadi sanksi skors secara langsung.”jelas surat FIFA tersebut.

Dalam surat yang ditandatangani Jerome Valcke selaku Sekjen, FIFA juga merekomendasikan kompetisi untuk segera digulirkan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan tanpa adanya penundaan lagi, seraya menegaskan perkembangan mengenai masalah ini akan terus dipantau. FIFA juga meminta laporan perkembangan terbaru kepada PSSI untuk dikirimkan sebelum tanggal 23 Februari 2015.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, memberikan tanggapannya terkait surat FIFA kepada PSSI mengenai penundaan kick-off Indonesia Super League (ISL) 2015. “FIFA harus diberi masukan yang benar, seimbang dan objektif, agar tahu persis apa yang terjadi,” ucap Imam.

“Domain negara adalah memastikan profesionalisme perusahaan (PT) yang mengelola atau memiliki klub. Soal hak pemain yang terutang atau tertunggak, pajak, dan persyaratan legal lainnya, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi seluruh perusahaan.”sambungnya.

“Bagaimana klub bisa sehat jika PT pemilik klubnya tidak sehat? Bagaimana sebuah PT disebut sehat jika gaji ditunggak? Apakah disebut sehat jika dokumen pajak saja tidak ada, tidak ada NPWP, tidak ada laporan pembayaran pajak, dan lain-lain?” tambahnya.

Menurut Imam, ada banyak undang-undang yang telah dilanggar. Di antaranya, UU Perseroan Terbatas, UU Perpajakan, UU Ketenagakerjaan, dan UU SKN.”Kita ingin memastikan agar regulasi FIFA diterapkan, kita juga ingin memastikan agar peraturan per-undangundang-an di Indonesia juga ditegakkan. Itu semangatnya,” tuturnya.

“Kami ingin memastikan bahwa gaji pemain di­bayarkan, kami ingin memastikan PT yang mengelola klub itu sehat dan profesional, kami ingin memastikan pengelolaan kompetisi ISL yang katanya profesional itu harus betul2 profesional. Itu obsesi kami, dan kita semua bukan?” pungkasnya. (h/net/mg-san)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Magnificent Seven Serie A dan Kabarnya Kini

Jumat, 17 September 2021 | 18:35 WIB

Ketika UFO Membawa Keberuntungan Bagi Fiorentina

Jumat, 17 September 2021 | 15:20 WIB

Olahraga untuk Menaikkan Berat Badan Ideal Anda

Kamis, 16 September 2021 | 15:40 WIB
X